Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyatakan perkembangan kecerdasan buatan atau AI telah mendorong perubahan besar di sektor pekerjaan, pembelajaran, hingga komunikasi. Ia menegaskan manusia tidak kehilangan peran, melainkan dituntut beradaptasi dan bijak memanfaatkan teknologi tersebut.
MAKASSAR — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak lantas menghilangkan peran manusia dalam bekerja. Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Jufri Rahman justru menilai teknologi ini mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, dan menciptakan nilai.
"AI memang sudah mengubah dunia kerja, tetapi bukan berarti manusia kehilangan perannya. Yang sedang berubah adalah cara kita bekerja, belajar, berkomunikasi, dan menciptakan nilai," ujarnya pada Seminar MTQ VIII Korpri 2026 di Makassar, Senin.
Etika dan Tanggung Jawab Jadi Kunci Pemanfaatan AI
Jufri menekankan bahwa semakin luasnya pemanfaatan AI menuntut setiap orang untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Aspek etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya juga tidak boleh diabaikan.
Perkembangan teknologi, kata dia, perlu diimbangi dengan kemampuan manusia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara tepat. Dengan begitu, teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.
"Pada akhirnya, masa depan bukan milik teknologi semata, melainkan milik mereka yang mampu memadukan kecerdasan dengan kecerdasan buatan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat," kata Jufri.
Nilai Qur'ani Jadi Landasan Etika ASN Gunakan AI
Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakhrulloh menambahkan, dalam konteks perkembangan AI, nilai-nilai Qur'ani menjadi landasan etika yang penting. Hal ini untuk mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap berorientasi pada kemaslahatan manusia.
Zudan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Korpri untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab. Ia juga mendorong peningkatan literasi digital yang kuat bagi aparatur negara.
"Saya mengajak seluruh ASN Korpri untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab, serta mendorong peningkatan literasi digital yang kuat bagi aparatur negara," tegasnya.