Pencarian

Pidato Perdana AGH Najamuddin Usai Kembali Pimpin MUI Sulsel: Perkuat Dakwah Digital dan Sinergi Ormas

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:17:31 WIB
Pidato Perdana AGH Najamuddin Usai Kembali Pimpin MUI Sulsel: Perkuat Dakwah Digital dan Sinergi Ormas
Ketua Umum MUI Sulsel terpilih, AGH Najamuddin, menyampaikan pidato perdananya pada penutupan Musda IX di Makassar, Selasa (18/2/2025).

MAKASSAR — Rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan resmi berakhir setelah seluruh agenda rapat pleno tuntas. Penutupan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, itu sekaligus menjadi panggung pidato perdana Anregurutta (AG) Prof. Dr. KH. Najamuddin Abduh Shafa, Lc., M.A., yang kembali dipercaya memimpin MUI Sulsel untuk masa bakti 2026–2031.

Di hadapan pimpinan ormas Islam, akademisi, dan utusan MUI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Najamuddin mengawali sambutannya dengan rasa syukur sekaligus refleksi atas amanah besar yang diembankan kembali kepadanya.

Amanah Kepemimpinan yang Menuntut Keikhlasan

Najamuddin menegaskan bahwa memimpin MUI bukanlah bentuk kebanggaan pribadi. Jabatan itu, menurutnya, adalah amanah kepemimpinan yang menuntut keikhlasan dan pengabdian penuh di hadapan Allah SWT dan umat.

Ia juga menyampaikan optimismenya melihat tingginya komitmen dari jajaran pengurus, pimpinan ormas, dan para ulama yang menyatakan kesediaan untuk berjalan bersama. Dengan kolaborasi yang solid, ia meyakini kepengurusan periode ini mampu melampaui pencapaian periode sebelumnya.

Meneladani Pemimpin Besar Islam

Dalam pidatonya, Najamuddin mengutip keteladanan para pemimpin besar Islam saat menerima amanah kekhalifahan. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati dan meminta seluruh elemen umat tidak ragu untuk mengingatkan serta mengoreksi langkah kepengurusan jika terdapat kekeliruan dalam menjalankan roda organisasi.

Mengapa Dakwah Digital Menjadi Prioritas?

Di penghujung pidato, Najamuddin mengajak seluruh pengurus dan dai untuk merapatkan barisan dalam memperkuat strategi dakwah berbasis digital. Transisi ini dinilai krusial agar pesan-pesan keislaman yang menyejukkan, wasathiyah (moderat), dan edukatif dapat menjangkau generasi muda secara lebih efektif di ruang siber.

Penutupan Musda IX ini menjadi titik awal bagi jajaran pimpinan baru untuk merumuskan agenda dakwah dan pelayanan keumatan yang adaptif serta relevan dengan perkembangan zaman di Sulawesi Selatan.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mui.or.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks
MUI Sulsel Genap 51 Tahun,
Rekomendasi untuk Anda MUI Sulsel Genap 51 Tahun,