Pencarian

Wali Kota Makassar Appi Tegur Kepala OPD yang Jadi "Tukang Stempel", Target Program Harus Jalan Januari 2027

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:39:31 WIB
Wali Kota Makassar Appi Tegur Kepala OPD yang Jadi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program di Balai Kota Makassar, Jumat (21/8/2026).

MAKASSARWali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terlibat langsung dalam penyusunan perencanaan program, bukan sekadar menerima dokumen dari bagian perencanaan lalu membubuhkan tanda tangan. Instruksi ini disampaikan Appi saat memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program di Balai Kota Makassar, Jumat (21/8/2026).

Appi menegaskan bahwa targetnya tegas: begitu memasuki Januari 2027, seluruh program yang telah dianggarkan harus langsung berjalan di lapangan. Ia menilai rendahnya serapan anggaran selama ini bukan bermula dari proses belanja, melainkan sejak tahap perencanaan yang disusun tanpa memperhitungkan kesiapan eksekusi.

"Kepala OPD Jangan Cuma Plak-Stempel"

"Jangan sampai kita bekerja di masa satu OPD terpengaruh, bisa berjalan otaknya hanya satu kepala bagian perencanaan yang mengatur ini dari tahun ke tahun," ujar Appi di hadapan para kepala dinas.

"Kepala OPD-nya jangan saja menjadi tukang stempel, tanda tangan dengan keadaan yang sudah dibuat dari tahun ke tahun," tambahnya.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu menyindir kebiasaan sebagian dinas yang menyerahkan seluruh pemahaman teknis kepada staf perencanaan. Menurutnya, kepala OPD harus menguasai detail program yang dipimpinnya, mulai dari desain, dokumen teknis, hingga kesiapan lokasi.

Anggaran Besar Tak Jaminan Kualitas Perencanaan

Appi menyoroti kebiasaan OPD yang mengulang pola anggaran tahun ke tahun tanpa evaluasi mendalam. Ia meminta setiap kegiatan diuji terlebih dahulu apakah benar-benar siap dieksekusi sebelum dipaksakan masuk DPA.

"Jangan sampai karena mau mengejar tambahan, anggaran di tempatnya besar, akhirnya kegiatan-kegiatannya juga tidak berkualitas. Sisa lagi serapannya, kan jadi repot," tegasnya.

Menurut Appi, besaran anggaran tidak otomatis mencerminkan kualitas penganggaran. Ia menyebut keterlambatan yang berulang menunjukkan evaluasi dari pengalaman sebelumnya belum digunakan untuk memperbaiki perencanaan.

Pekerjaan Kepala Dinas Bukan Pekerjaan Nyambi

"Pekerjaan menjadi kepala OPD bukan pekerjaan nyambi. Ini pekerjaan yang sangat penting, vital, menyangkut kehidupan orang banyak, menyangkut kesehatan masyarakat," ujar Appi.

Ia meminta seluruh kepala SKPD, termasuk kepala puskesmas, tidak menyerahkan seluruh kendali teknis kepada kepala bagian perencanaan. Appi menekankan bahwa optimisme di awal tahun harus disertai runutan kerja yang jelas.

"Optimisme yang dibangun di awal itu, optimisme yang tidak punya runutan perencanaan yang jelas," katanya.

Dalam evaluasi mendatang, setiap OPD diminta mampu menjawab secara detail posisi anggarannya, terutama untuk kegiatan yang melalui proses pengadaan. Appi memastikan akan mengecek berapa persen anggaran yang sudah masuk proses lelang dan berapa paket yang telah berkontrak.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: celoteh.online

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks