MAKASSAR — Kabar perpindahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ke Partai Demokrat mendapat respons resmi dari DPD Demokrat Sulawesi Selatan. Sikap terbuka disampaikan menyusul menguatnya isu bahwa Appi, sapaan akrabnya, akan berlabuh ke partai berlambang mercy tersebut.
Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis, menegaskan partainya tidak menutup diri terhadap dinamika politik yang berkembang. Namun, ia mengingatkan bahwa perpindahan kader dari partai lain harus ditempuh secara prosedural.
Syarat Administrasi dari Partai Lama Jadi Sorotan
Andi Januar menyebutkan, seluruh proses perpindahan partai politik harus dilakukan dengan tertib. Hal pertama yang perlu dipastikan adalah kelengkapan administrasi pengunduran diri dari Partai Golkar, tempat Appi tercatat sebagai Ketua DPD II Makassar.
“Yang paling penting, seluruh prosesnya harus dilakukan secara tertib, termasuk memastikan administrasi pengunduran diri dari partai sebelumnya telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8/2026).
Fokus Pelayanan Publik di Makassar Tidak Boleh Terganggu
Di tengah hiruk-pikuk politik, Andi Januar berharap isu perpindahan partai tidak mengganggu tugas utama Munafri Arifuddin sebagai kepala daerah. Pelayanan kepada warga Kota Makassar harus tetap menjadi prioritas di atas kepentingan partai.
“Sebagai Wali Kota Makassar, fokus utama beliau adalah menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintahan tidak boleh terganggu oleh dinamika politik partai,” kata Andi Januar.
Isu Musda dan Kandidat Ketua DPD Demokrat Sulsel
Kabar bergabungnya Appi tak lepas dari rencana Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel yang dijadwalkan berlangsung tahun ini. Namanya disebut-sebut berpeluang menjadi kandidat kuat ketua DPD apabila resmi memakai jaket kuning.
Menanggapi hal itu, Andi Januar menegaskan bahwa penentuan Ketua DPD Demokrat Sulsel merupakan kewenangan internal partai. Pertimbangannya pun tidak sederhana, mulai dari ketokohan hingga kemampuan membangun organisasi.
“Demokrat tentu akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ketokohan, kemampuan membangun organisasi, hingga kapasitas membawa partai memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Menjaga Kemitraan Pemkot dan DPRD
Andi Januar juga menyoroti pentingnya hubungan sehat antara Pemerintah Kota Makassar dan DPRD. Menurutnya, dinamika partai tidak boleh menciptakan sekat dalam menjalankan roda pemerintahan.
“DPRD adalah representasi seluruh kekuatan politik yang ada di masyarakat, sehingga tidak boleh ada sekat kepentingan partai dalam menjalankan pemerintahan,” ucapnya.
Ia menambahkan, orientasi politik ke depan harus tetap berpihak pada kepentingan publik. Siapa pun yang kelak memimpin Demokrat Sulsel, lanjutnya, diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan karya nyata.
“Orientasinya tetap sama, bagaimana politik memberi manfaat dan pemerintahan dapat bekerja dengan baik untuk rakyat,” pungkasnya.
Jadwal Perpindahan dan Sikap Golkar Sulsel
Informasi yang beredar menyebutkan, Appi akan resmi bergabung dengan Partai Demokrat pada September 2026. Waktu tersebut bertepatan dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar.
Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengungkapkan bahwa seluruh Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota di Sulsel akan berstatus pelaksana tugas (Plt), termasuk DPD II Golkar Makassar. Ia mengaku masih menunggu sikap final dari Appi terkait masa depannya di Golkar.
“Kita juga belum tahu sikap Pak Appi seperti apa. Nanti kita lihat ke depan,” singkat IAS.