MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memobilisasi petugas gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di sejumlah kabupaten kota. Kepala DLHK Sulsel Kasman mengatakan penanganan dilakukan lintas sektor bersama TNI-Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga kelompok tani.
“Kalau terjadi kebakaran, teman-teman di lapangan langsung turun memadamkan bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni,” kata Kasman, Kamis (20/08).
Lokasi Terdampak dan Kondisi di Lapangan
Kebakaran dilaporkan terjadi di Luwu Raya, Ajatappareng, Enrekang, Toraja, dan Gowa. Di Kabupaten Enrekang, api di kawasan Gunung Nona menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Kebakaran juga sempat melanda Kota Parepare dan sudah mendapatkan penanganan.
Petugas saat ini masih melakukan pemantauan dan pendataan untuk memastikan luasan lahan yang terdampak. “Titik-titik tersebut sudah padam. Teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk pendataan luasan terbakar serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kendala Akses dan Alat Pemadam Manual
Tantangan terbesar di lapangan adalah lokasi titik api yang jauh dan sulit dijangkau. Untuk kawasan dengan akses terbatas, petugas mengandalkan alat pemadam yang dibawa di punggung atau backpack fire pump guna menjangkau titik api secara manual.
Kolaborasi dengan kelompok tani dan masyarakat menjadi kunci, terutama ketika api muncul di area yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Imbauan agar Warga Tidak Membakar Lahan
Kasman mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar. Serasah daun dan semak yang mengering di musim kemarau menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Api berpotensi merembet ke lahan warga, kawasan hutan, hingga mengancam permukiman di sekitarnya.
“Kami mengimbau agar berhati-hati melakukan aktivitas dan tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan miliknya,” ujarnya.
Penyebab kebakaran di sejumlah lokasi masih didalami. Petugas menelusuri kemungkinan faktor alam maupun unsur kesengajaan. Kebakaran lahan juga dinilai berdampak luas terhadap flora, fauna, dan ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis satwa.
Posko Siaga di Setiap Kabupaten
Posko kesiapsiagaan karhutla telah tersedia di setiap kabupaten. DLHK Sulsel bersama KPH dan pemerintah daerah terus melakukan patroli serta sosialisasi ke wilayah yang berpotensi terbakar.
“Kalau masalah rawan, sebenarnya tergantung kondisi wilayah dan cuacanya. Saat ini hampir semua wilayah di Sulsel mengalami kekeringan, sehingga serasah dan semak yang kering sangat rentan terbakar,” kata Kasman.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diimbau segera melaporkan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran agar bisa ditangani sedini mungkin.