SULAWESI SELATAN — Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin ditopang aksi beli di hampir seluruh sektor saham. Sektor energi menjadi penggerak utama dengan melesat 2,24 persen, disusul infrastruktur yang naik 1,65 persen dan transportasi & logistik yang menguat 1,31 persen. Sektor keuangan justru menjadi satu-satunya yang tertekan, ditutup melemah 0,47 persen.
Di pasar valuta asing, rupiah ikut mencatat penguatan. Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.850 per dolar AS, menguat 0,17 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Keputusan BI Jadi Katalis Utama Pergerakan Pasar
Fokus investor hari ini tertuju pada hasil RDG BI yang dijadwalkan berlangsung Rabu (19/8/2026). Konsensus pasar memperkirakan bank sentral akan kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
"Ekspektasi tersebut sejalan dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran BI serta kebutuhan menjaga stabilitas rupiah," tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (18/8/2026).
Keputusan ini menjadi penting karena merupakan pertemuan kebijakan pertama setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI. Kini kursi pucuk pimpinan dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI Destry Damayanti. Pasar mencermati keberlanjutan arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru ini.
Sentimen Eksternal Masih Membatasi Ruang Penguatan
Selain faktor domestik, sejumlah sentimen global turut membayangi pergerakan indeks. Sinarmas Sekuritas menilai pasar masih menanti kejelasan arah kebijakan moneter setelah transisi kepemimpinan di bank sentral.
Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator yang diawasi ketat investor asing. Pelemahan rupiah berpotensi memicu arus keluar modal asing dari pasar saham domestik, sementara penguatan kurs diharapkan mampu meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti ekuitas.
Dengan kondisi tersebut, investor disarankan mencermati pergerakan sektor-sektor yang menjadi penopang utama indeks, terutama energi dan infrastruktur, sembari menunggu pengumuman resmi dari RDG BI.
Investasi mengandung risiko.