MAKASSAR — Pengamat dan praktisi kebijakan publik, Dr. Achmad Risa Mediansyah, M.Si., menilai langkah Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, yang gencar membangun komunikasi dengan para kepala daerah merupakan strategi konsolidasi yang tepat. Upaya ini dinilai tidak sekadar membangun citra, tetapi memperkuat fondasi partai menghadapi agenda politik nasional 2029.
Menurut Risa, dalam sistem demokrasi modern, kekuatan seorang pemimpin partai tidak hanya diukur dari dukungan politik semata. Lebih dari itu, kemampuan membangun komunikasi inklusif dengan kepala daerah menjadi kunci untuk menciptakan stabilitas politik dan mendorong percepatan pembangunan di tingkat lokal.
Jembatan Kepentingan Pusat dan Daerah
Posisi ganda yang diemban Andi Iwan Aras, baik sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel maupun Wakil Ketua Komisi V DPR RI, dinilai memberikan kapasitas strategis. Ia dianggap mampu menjembatani kepentingan pemerintah pusat dan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur, konektivitas, transportasi, perumahan, hingga pembangunan kewilayahan.
“Kemampuan membangun sinergi dengan berbagai kepala daerah merupakan modal kepemimpinan yang penting dalam memperkuat kelembagaan partai sekaligus menciptakan ruang kolaborasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional di daerah,” ujar Risa dalam keterangannya, belum lama ini.
Dinamika Politik yang Sehat
Risa menambahkan, selama proses konsolidasi ini dilakukan secara demokratis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, maka langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang sehat. Ia menegaskan hal ini menjadi indikator kematangan organisasi politik dalam berdemokrasi.
Sebelumnya, Andi Iwan Aras menyatakan bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi dengan sejumlah kepala daerah sebagai bagian dari penguatan organisasi. Langkah ini dipandang sebagai bentuk konsolidasi politik pasca-Pilkada yang lazim dilakukan partai politik di Indonesia.