BARRU — PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Regional 4 memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, aman untuk mendukung musim tanam berikutnya. Hingga 9 Juli 2026, stok pupuk bersubsidi di gudang mencapai 2.371 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani pasca panen raya.
Regional CEO Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menegaskan komitmen tersebut dalam kegiatan Panen Raya dan Tanam Padi di Kabupaten Barru. Menurutnya, penyediaan pupuk yang memadai menjadi faktor penting agar petani dapat segera memasuki musim tanam berikutnya setelah panen.
Stok Pupuk di Barru: 2.371 Ton Siap Disalurkan
Stok pupuk bersubsidi yang tersedia di Kabupaten Barru per 9 Juli 2026 terdiri dari 1.468 ton Urea, 872 ton NPK Phonska, dan 31 ton pupuk organik. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam mendatang.
“Sebagai perusahaan yang mendapat mandat dalam penyediaan pupuk, Pupuk Indonesia terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia agar petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhannya pada setiap musim tanam,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Kamis (10/7/2026).
Realisasi Penyaluran Capai 47 Persen dari Total Alokasi 2026
Pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Barru pada 2026 sebanyak 14.410 ton. Rinciannya, 6.565 ton Urea, 6.578 ton NPK Phonska, 837 ton pupuk organik, dan 430 ton SP-36.
Hingga 8 Juli 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 6.753 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi. Penyaluran tersebut meliputi 3.479 ton Urea, 3.250 ton NPK Phonska, serta 23 ton pupuk organik.
Sinergi Multipihak untuk Percepatan Swasembada Pangan
Wisnu menambahkan, pihaknya terus memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani. Tujuannya, penyaluran pupuk berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Kami terus memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, PUD, PPTS, PPL, dan kelompok tani agar penyaluran pupuk berjalan optimal serta mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian,” kata Wisnu.
Kegiatan panen raya di Barru tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap hasil kerja petani, tetapi juga langkah strategis mempercepat musim tanam selanjutnya. Dengan begitu, produktivitas lahan tetap terjaga dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai.
Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk sekaligus memperkuat tata kelola distribusi agar penyaluran tepat sasaran hingga ke tingkat petani.