SULAWESI SELATAN — Harga jual emas Antam terus merosot di awal pekan ini. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, Rabu (1/7/2026), harga satu gram emas Antam dipatok Rp 2.625.000. Angka itu turun Rp 5.000 dari posisi perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp 2.630.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga yang dipakai Antam saat membeli kembali emas dari nasabah. Harga buyback hari ini turun lebih dalam, yaitu Rp 15.000, menjadi Rp 2.320.000 per gram. Artinya, jika pemilik emas menjual logam mulianya ke Antam saat ini, mereka hanya akan mendapatkan harga tersebut.
Sebagai gambaran, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 lalu, yakni Rp 3.168.000 per gram. Saat itu, harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram. Dengan kondisi sekarang, harga emas sudah turun lebih dari Rp 540.000 dari puncaknya.
Daftar Harga Emas Antam per 1 Juli 2026
Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai ukuran yang berlaku hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.362.500
- 1 gram: Rp 2.625.000
- 2 gram: Rp 5.200.000
- 3 gram: Rp 7.782.000
- 5 gram: Rp 12.940.000
- 10 gram: Rp 25.800.000
- 25 gram: Rp 64.335.000
- 50 gram: Rp 128.505.000
- 100 gram: Rp 256.860.000
- 250 gram: Rp 641.840.000
- 500 gram: Rp 1.283.400.000
- 1.000 gram: Rp 2.565.600.000
Tekanan dari Suku Bunga Global dan Konflik Timur Tengah
Pelemahan harga emas domestik tak lepas dari tekanan di pasar global. Harga emas spot tercatat turun 0,2 persen ke posisi US$ 4.008,94 per ons pada perdagangan Selasa (30/6) waktu AS. Sepanjang Juni 2026, harga emas dunia sudah merosot 11,3 persen.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan pasar masih gelisah. Kekhawatiran inflasi yang berasal dari konflik Timur Tengah justru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) bisa menaikkan suku bunga lagi. "Pasar agak gelisah tentang seberapa stabil situasi dan ada tekanan pada emas karena orang-orang tidak melihat banyak harapan di ujung terowongan," ujar Meir.
Suku bunga tinggi cenderung membebani harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Saat ini, pasar memperkirakan ada 65 persen kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada September 2026. Investor kini menunggu data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini untuk mengukur arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di sisi lain, perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran di Doha belum menunjukkan kemajuan. Para utusan utama AS disebut tidak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Iran, menurut seorang pejabat Qatar. Situasi ini menambah ketidakpastian yang justru menekan harga emas sebagai aset safe haven.