SULAWESI SELATAN — Bristol Motor Speedway punya sejarah unik dalam hal modifikasi permukaan lintasan. Trek yang terletak di Tennessee, Amerika Serikat, ini sudah berganti antara beton dan tanah beberapa kali selama bertahun-tahun. Keputusan itu diambil bukan karena kerusakan struktural, melainkan demi kebutuhan balapan yang berbeda.
Sirkuit ini awalnya dibangun dengan permukaan beton. Namun, untuk menyelenggarakan balapan NASCAR di atas tanah, lintasan beton ditutup dengan lapisan tanah. Setelah balapan selesai, tanah dikeruk dan trek kembali ke permukaan beton. Proses ini berulang beberapa kali.
Menyesuaikan dengan Jenis Balapan yang Digelar
Perubahan permukaan dilakukan karena setiap jenis balapan membutuhkan karakter cengkeraman ban yang berbeda. Balapan di atas tanah (dirt racing) menghasilkan gaya mengemudi yang lebih licin dan membutuhkan teknik sliding, sementara balapan di atas beton memberikan traksi lebih tinggi dan kecepatan lebih stabil.
Pemilik sirkuit menilai bahwa menghadirkan balapan di atas tanah secara berkala bisa memberikan variasi bagi penggemar dan pembalap. Hal ini juga membuka peluang untuk menggelar ajang balapan khusus yang tidak bisa dilakukan di trek beton biasa.
Proses Konversi yang Memakan Waktu dan Biaya
Mengubah permukaan lintasan Bristol bukan pekerjaan ringan. Untuk beralih dari beton ke tanah, tim harus menimbun seluruh lintasan oval dengan ribuan ton tanah liat khusus yang dipadatkan. Proses ini memakan waktu berminggu-minggu dan melibatkan alat berat serta pengawasan ketat agar permukaan rata dan aman.
Setelah balapan tanah selesai, tanah liat harus dikeruk dan dibuang untuk mengembalikan permukaan beton. Siklus ini membutuhkan biaya operasional yang besar, tetapi pemilik sirkuit menilai investasi itu sepadan dengan peningkatan jumlah penonton dan popularitas acara.
Dampak pada Jadwal dan Penonton
Perubahan permukaan lintasan juga memengaruhi jadwal balapan. Bristol biasanya menggelar dua balapan NASCAR utama per musim. Ketika trek dikonversi menjadi tanah, salah satu balapan diubah formatnya menjadi balapan tanah yang menarik basis penggemar berbeda. Penonton yang datang pun cenderung lebih tinggi pada balapan tanah karena dianggap lebih spektakuler dan tidak biasa.
Keputusan ini membuktikan bahwa fleksibilitas sirkuit bisa menjadi daya tarik tersendiri. Bristol Motor Speedway tidak hanya mengandalkan satu jenis permukaan, tetapi justru memanfaatkan perubahan tersebut sebagai strategi untuk tetap relevan di industri balap Amerika.