Pencarian

50 Anak SD di Enrekang Ikuti Lomba Bertutur, Bunda Literasi Ratnawati Yusuf Ritangnga Apresiasi Keberanian Peserta

Rabu, 24 Juni 2026 • 19:39:31 WIB
50 Anak SD di Enrekang Ikuti Lomba Bertutur, Bunda Literasi Ratnawati Yusuf Ritangnga Apresiasi Keberanian Peserta
anak SD di Enrekang antusias mengikuti Lomba Bertutur di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

ENREKANG — Ruang kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dipenuhi suara anak-anak, Senin (22/6/2026). Mereka datang bukan sekadar membaca teks, melainkan membawakan cerita, pesan, dan harapan agar budaya membaca tetap hidup di tengah era digital.

Lomba Bertutur Bukan Sekadar Cari Juara

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang Andi Ridwan, SE., M.AP menegaskan, kegiatan ini memiliki misi lebih besar dari sekadar perlombaan. Menurutnya, lomba bertutur menjadi sarana menumbuhkan minat baca serta melatih keberanian anak tampil di depan umum.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengembangan budaya literasi di kalangan pelajar melalui pengenalan cerita rakyat, cerita daerah dan cerita inspiratif yang mengandung nilai pendidikan, moral serta karakter bangsa,” ujar Andi Ridwan.

Ia menambahkan, kemampuan bertutur menjadi bekal penting bagi anak-anak. Sebab, keterampilan ini tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga cara menyampaikan ide dan pesan secara efektif.

Ratnawati: Keberanian Tampil Sudah Jadi Prestasi

Bunda Literasi Kabupaten Enrekang Hj. Ratnawati Yusuf Ritangnga mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menyebut, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami isi cerita, menangkap nilai moral, hingga menyampaikan pesan secara kreatif.

“Lomba bertutur ini bukan sekadar acara untuk mencari juara. Tetapi lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana untuk menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan melatih keberanian tampil di depan umum,” katanya.

Ratnawati mengaku bangga melihat keberanian para peserta. Menurutnya, berdiri di hadapan banyak orang dan membawakan cerita sudah menjadi pencapaian tersendiri bagi anak-anak seusia mereka.

Pesan untuk Peserta dan Dukungan Guru-Orang Tua

Dalam sambutannya, Ratnawati berpesan agar peserta mengikuti lomba dengan percaya diri dan menjunjung sportivitas. Ia juga mendorong agar kegiatan ini dijadikan ruang belajar untuk berkembang, bukan sekadar ajang kompetisi.

“Budaya membaca tidak berhenti pada kegiatan lomba saja. Semoga kegiatan ini berkembang menjadi kebiasaan memahami, menghayati, dan menyampaikan informasi secara baik dan benar,” ungkapnya.

Kepada para guru dan orang tua, Ratnawati menyampaikan penghargaan atas pendampingan yang diberikan. Sebab, di balik keberanian anak tampil, ada proses panjang membaca, berlatih, dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Menjaga Budaya Membaca di Tengah Gempuran Digital

Lomba bertutur tahun ini menjadi panggung bagi anak-anak Enrekang untuk menunjukkan kemampuannya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kecil untuk menjaga budaya besar: membaca, berpikir, dan mewariskan cerita kepada generasi berikutnya.

Melalui cerita rakyat dan kisah inspiratif yang dibawakan, nilai-nilai pendidikan dan karakter bangsa terus diperkenalkan sejak usia sekolah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin.

Bagikan
Sumber: katasulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks