Pencarian

3 Hal yang Diperkenalkan ke Delegasi IGS 2026 di Makassar: Baju Bodo, Patonro’ hingga Kue Tradisional

Rabu, 24 Juni 2026 • 19:33:31 WIB
3 Hal yang Diperkenalkan ke Delegasi IGS 2026 di Makassar: Baju Bodo, Patonro’ hingga Kue Tradisional
Delegasi IGS 2026 mengenakan baju bodo dan patonro’ sebagai simbol kekayaan budaya Sulawesi Selatan.

GOWA — Sebanyak 3 elemen budaya Sulawesi Selatan diperkenalkan secara langsung kepada para delegasi asing dalam rangkaian IGS 2026 di Makassar. Mulai dari busana adat, tarian penyambutan, hingga hidangan tradisional, semua disajikan untuk memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi para tamu mancanegara.

Pakaian Adat Jadi Daya Tarik Utama

Para pendamping delegasi yang terdiri dari istri para duta besar dari berbagai negara diajak mengenakan busana adat Sulawesi Selatan. Tamu perempuan tampil anggun dengan baju bodo, sementara tamu laki-laki mengenakan patonro’.

“Melalui baju bodo dan patonro’, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para tamu selama berada di Makassar,” ujar Melinda Aksa usai mendampingi delegasi di Balla Lompoa, Gowa.

Penyambutan dengan Tari Padduppa dan Kue Tradisional

Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Padduppa, yang merupakan simbol penghormatan kepada tamu kehormatan. Setelahnya, para delegasi disuguhi beragam kue tradisional khas Makassar sambil menyaksikan pertunjukan tari-tarian tradisional Makassar.

Rombongan didampingi oleh Spouse of Director General of Information and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs, Sinta Ekawati Subolo. Mereka disambut hangat oleh Ketua Dekranasda Kota Makassar bersama jajaran pengurus Dekranasda setempat.

Koleksi Sejarah Kerajaan Gowa Turut Dipamerkan

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang koleksi Museum Balla Lompoa. Para tamu diajak melihat berbagai peninggalan bersejarah Kerajaan Gowa, termasuk Salokoa, mahkota kebesaran kerajaan yang masih terawat hingga kini.

Melinda Aksa turut mendampingi para tamu berkeliling museum sambil menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Gowa dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Respons Positif dari Delegasi Asing

Suami Duta Besar Uruguay, Mr. Edgar Coray, mengaku terkesan dengan pengalaman yang diperolehnya selama berkunjung ke Balla Lompoa. Menurutnya, tempat tersebut menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa.

“Balla Lompoa ini tempat yang sangat menarik untuk melihat semua kekayaan ini, semua pakaian adat, dan semua tradisi ini. Sangat mengesankan. Sangat bagus,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Lemaire Baetriz, istri Duta Besar Venezuela. Ia mengapresiasi keramahan masyarakat Makassar serta kekayaan budaya yang ditampilkan selama kunjungan. “Terima kasih Makassar atas keramahannya, makanannya yang lezat, budayanya yang indah, dan pakaiannya yang indah. Terima kasih,” katanya.

Mengapa Gastrodiplomacy IGS 2026 Penting bagi Makassar?

Acara IGS 2026 menjadi ajang diplomasi budaya yang strategis bagi Sulawesi Selatan. Lewat pengalaman langsung seperti mengenakan busana adat dan mencicipi kuliner tradisional, para delegasi asing diharapkan membawa cerita positif tentang kekayaan budaya Indonesia ke negara masing-masing.

Inisiatif ini juga memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi budaya dan kuliner di kawasan Indonesia Timur, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks