Pencarian

Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren di Gorontalo Dapat Panggung Nasional Lewat PESONA 2026 dan PENAS XVII Petani Nelayan

Senin, 22 Juni 2026 • 18:24:01 WIB
Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren di Gorontalo Dapat Panggung Nasional Lewat PESONA 2026 dan PENAS XVII Petani Nelayan
Wakil Gubernur Gorontalo membuka resmi Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (PESONA) 2026 di Taman Budaya Limboto.

GORONTALO — Momentum transformasi digital bagi pelaku usaha syariah di Gorontalo menemukan jalannya. Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (PESONA) 2026 yang digelar di Taman Budaya Limboto pada Jumat malam lalu menjadi ajang pembuktian bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu mengangkat produk pesantren ke panggung yang lebih luas. Acara yang diinisiasi Bank Indonesia ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo dan dihadiri jajaran Forkopimda serta pimpinan pesantren se-provinsi.

Dua Event Besar dalam Satu Strategi Kolaborasi

Tidak hanya sukses di panggung PESONA 2026, kerja sama antara BAZNAS Bone Bolango dan HEBITREN Provinsi Gorontalo juga merambah arena PENAS XVII Petani dan Nelayan. Lewat stand pameran bersama, mereka memperkenalkan produk organik hasil karya santri dan kelompok binaan pesantren. Mulai dari pertanian organik ramah lingkungan, olahan pangan kreatif, hingga kerajinan tangan bernilai ekonomis tinggi, semuanya dipamerkan secara apik.

Akselerasi Digital Jadi Kata Kunci PESONA 2026

Mengusung tema “Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO)”, PESONA 2026 menargetkan percepatan transformasi digital bagi UMKM lokal. Ketua BAZNAS Bone Bolango, Faisal Pakaya, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina HEBITREN Gorontalo, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk meningkatkan literasi keuangan syariah. “Kolaborasi ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat di momentum berskala nasional,” ujarnya.

Koperasi Syariah “Ma’ahid” Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Di arena PENAS XVII, pameran produk pesantren juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan layanan Koperasi Syariah HEBITREN “Ma’ahid”. Koperasi ini dirancang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi lokal berbasis syariah. Antusiasme tokoh daerah pun terlihat. Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, hadir langsung meninjau stand dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi serta kualitas produk organik yang ditampilkan.

Mengapa Ekonomi Syariah Butuh Kolaborasi Berkelanjutan?

Di akhir kesempatan, Faisal Pakaya kembali mengingatkan bahwa akselerasi ekonomi syariah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan kerja sama yang kompak dan berkelanjutan dari seluruh elemen sektor publik, lembaga keuangan, dan lembaga keagamaan. Sinergi antara BAZNAS, HEBITREN, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dampak nyata yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

Apa Dampak Langsung PESONA 2026 bagi Santri dan UMKM?

Dengan hadirnya produk pesantren di dua ajang strategis, santri dan UMKM binaan mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas. Produk pertanian organik yang sebelumnya hanya dipasarkan di lingkungan pesantren kini bisa dikenal oleh pengunjung PENAS dari berbagai daerah. Ini menjadi celah bagi pesantren untuk naik kelas dan bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan prinsip syariah.

FAQ: Pertanyaan Seputar Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren

Apa itu HEBITREN dan perannya di Gorontalo?
HEBITREN adalah Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren yang berfungsi sebagai wadah pengembangan usaha berbasis pesantren. Di Gorontalo, organisasi ini bersinergi dengan BAZNAS dan Bank Indonesia untuk mendorong kemandirian ekonomi umat melalui produk unggulan santri.

Bagaimana cara pesantren di Gorontalo bisa mengikuti program PESONA dan PENAS?
Pesantren yang tergabung dalam binaan HEBITREN dan BAZNAS secara otomatis menjadi peserta. Kolaborasi ini memungkinkan produk-produk mereka dipamerkan di ajang nasional seperti PENAS XVII dan PESONA 2026 tanpa harus melalui jalur birokrasi yang rumit.

Bagikan
Sumber: sharenews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks