MAKASSAR — Aksi kriminal pencurian meter air kembali terjadi di Kota Makassar. Seorang terduga pelaku berhasil diamankan warga di Jalan Gatot Subroto Lorong 1A Nomor 21, Kamis (18/6/2026), setelah gerak-geriknya mencopot paksa kuningan meteran menimbulkan kecurigaan. Warga yang sigap langsung menggagalkan aksinya dan menyerahkan pelaku ke aparat kepolisian untuk diproses hukum.
Kepala Wilayah Pelayanan I Perumda Air Minum Kota Makassar, Rommy Arief Darianto, memberikan apresiasi atas keberanian warga setempat. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pengamanan aset publik yang menunjang kebutuhan dasar.
"Apresiasi tinggi kami berikan kepada warga Jalan Gatot Subroto. Langkah taktis ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pengamanan aset publik penunjang kebutuhan dasar," ujar Rommy, Jumat (19/6/2026).
Dampak Langsung Kehilangan Meter Air bagi Pelanggan
Rommy menjelaskan, pipa kuningan meter air kerap menjadi incaran pencuri karena memiliki nilai jual tinggi di pasar loak. Namun, dampak kehilangan alat ukur ini langsung dirasakan oleh konsumen. Distribusi air ke rumah pelanggan otomatis terputus total karena pipa utama harus disumbat agar tidak memicu pemborosan debit air.
Selain itu, pelanggan berpotensi menanggung biaya administrasi dan pengadaan perangkat meteran baru akibat kelalaian pengawasan, sesuai regulasi yang berlaku. Proses penggantian yang memakan waktu juga berpotensi mengganggu pencatatan kubikasi air harian, sehingga tagihan bisa tidak akurat.
Tiga Langkah Preventif dari PDAM Makassar
Guna meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan, PDAM Makassar mengeluarkan tiga imbauan preventif bagi seluruh pelanggan. Pertama, pelanggan disarankan membuat kotak pelindung besi atau kerangkeng yang digembok, tanpa menutupi kaca angka meteran agar petugas pencatat tetap bisa membaca indikator.
Kedua, posisi meter air harus berada di area terbuka yang mudah diawasi dan memiliki pencahayaan memadai, terutama pada malam hari. Ketiga, warga diminta segera melaporkan ke ketua RT/RW, Babinkamtibmas, atau call center PDAM Makassar jika melihat oknum mencurigakan yang mengaku petugas tanpa seragam resmi dan surat tugas.
"Keamanan meter air adalah tanggung jawab bersama antara perusahaan dan pelanggan selaku penerima manfaat langsung. Sinergi ini penting agar distribusi air bersih di Makassar tetap berjalan optimal tanpa kendala teknis akibat sabotase kriminal," pungkas Rommy.