SULAWESI SELATAN — Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan harga emas yang sudah berlangsung sepekan terakhir. Dalam sepekan, harga emas Antam sudah mengakumulasi kenaikan lebih dari Rp50.000 per gram.
Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas ke Antam juga ikut naik. Antam mematok harga buyback di level Rp2.466.000 per gram, naik Rp13.000 dari posisi Jumat (12/6). Selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp245.000 per gram.
Rincian Harga untuk Setiap Ukuran Emas Batangan
Berikut daftar harga emas Antam untuk berbagai ukuran pada 13 Juni 2026:
- Emas 0,5 gram: Rp1.405.500
- Emas 1 gram: Rp2.711.000
- Emas 5 gram: Rp12.830.000
- Emas 10 gram: Rp25.105.000
- Emas 25 gram: Rp62.512.000
- Emas 50 gram: Rp124.845.000
- Emas 100 gram: Rp249.512.000
- Emas 250 gram: Rp623.265.000
- Emas 500 gram: Rp1.246.320.000
- Emas 1.000 gram: Rp2.492.600.000
Fakta Singkat Pergerakan Harga Emas Antam
- Kenaikan hari ini Rp14.000 per gram atau 0,52%
- Harga buyback naik Rp13.000 menjadi Rp2.466.000 per gram
- Harga emas Antam tahun ini sudah naik lebih dari 12% sejak awal Januari 2026
Sentimen Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas batangan Antam sejalan dengan pergerakan harga emas global. Harga emas di pasar spot internasional terus menguat dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Investor global masih menunggu keputusan Federal Reserve pada pertemuan pekan depan. Spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada semester II 2026 membuat emas sebagai aset safe haven semakin diminati.
Dampak bagi Investor dan Konsumen
Bagi investor yang sudah memiliki emas batangan, kenaikan ini memberikan keuntungan unrealized gain yang signifikan. Sementara bagi konsumen yang berniat membeli, harga saat ini berada di level tertinggi sepanjang tahun, sehingga keputusan pembelian perlu mempertimbangkan momentum pasar.
Analis menyarankan investor untuk tetap mencermati pergerakan harga emas global dan kebijakan suku bunga bank sentral utama sebagai indikator arah harga ke depan. Investasi mengandung risiko.