Pencarian

Investasi Sulsel Tumbuh Rp5 Triliun di Triwulan I 2026, Makassar dan Luwu Timur Jadi Motor Utama

Jumat, 12 Juni 2026 • 15:45:01 WIB
Investasi Sulsel Tumbuh Rp5 Triliun di Triwulan I 2026, Makassar dan Luwu Timur Jadi Motor Utama
Kepala DPMPTSP Sulsel, Asrul Sani, mengonfirmasi pertumbuhan investasi triwulan I 2026 mencapai Rp5 triliun.

MAKASSAR — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani, mengonfirmasi pertumbuhan investasi triwulan I 2026 mencapai Rp5 triliun secara year on year. Angka tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal di daerah masih bergerak positif meskipun ada tekanan ekonomi global.

Menurut Asrul, kontribusi terbesar masih berasal dari tiga wilayah: Kota Makassar, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu. Di dua kabupaten terakhir, investasi didominasi oleh penambahan kapasitas usaha dan pengembangan proyek yang sudah berjalan sebelumnya.

Tambang Emas Masmindo dan Sektor Jasa Dorong Kenaikan

Proyek tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu menjadi salah satu penyumbang utama. Aktivitas konstruksi yang tengah berlangsung di lokasi tambang itu mendorong realisasi investasi di kawasan tersebut.

"Di Luwu dan di Luwu Timur itu bukan investasi baru, tapi penambahan kapasitas dan proses, itu untuk pertambangan Masmindo yang sudah mulai proses konstruksinya untuk tambang emas," kata Asrul, Jumat (12/6/2026).

Sementara itu, Makassar tetap menjadi motor investasi Sulsel melalui sektor jasa. Aktivitas perdagangan, jasa, dan layanan usaha menjadi penopang utama realisasi investasi di ibu kota provinsi ini.

Investasi Besar Baru Belum Ada, Target Rp21 Triliun Tetap Dikejar

Asrul mengakui hingga pertengahan 2026 belum ada investasi besar baru yang masuk ke Sulsel. Sejumlah investor skala menengah masih dalam tahap pengurusan perizinan sebelum merealisasikan dananya.

"Sepanjang pengetahuan kami belum, masih yang kecil-kecil. Kalau yang investasi besar belum ada. Tapi kalau khusus yang menengah itu ada beberapa yang masih berproses perizinannya," ujarnya.

Meski begitu, optimisme pemerintah provinsi terhadap target Rp21 triliun tetap tinggi. Angka tersebut telah dimasukkan ke dalam dokumen RPJMD Sulsel dan menjadi acuan kerja sepanjang tahun.

Kawasan Industri Nikel IHIP Mulai Beroperasi di Luwu Timur

Keyakinan itu didorong oleh mulai beroperasinya kawasan industri nikel PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Kabupaten Luwu Timur. Aktivitas di kawasan itu diperkirakan memberikan kontribusi signifikan terhadap realisasi investasi tahun ini.

Selain IHIP, proyek tambang emas PT Masmindo Dwi Area yang sudah memasuki tahap konstruksi diyakini akan menambah angka realisasi investasi. Asrul menambahkan bahwa investasi merupakan proses jangka panjang yang umumnya berlangsung antara dua hingga lima tahun.

"Nah itu tentunya pasti berpengaruh terhadap realisasi investasi nanti," katanya.

Dampak dari proyek-proyek besar tersebut diperkirakan baru akan terasa signifikan terhadap perekonomian Sulsel dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan
Sumber: sulsel.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks