Pencarian

Pemprov Sulsel Fokus Benahi Transportasi dan Layanan Digital di Mamminasata, Target Kurangi Kemacetan

Rabu, 10 Juni 2026 • 17:25:01 WIB
Pemprov Sulsel Fokus Benahi Transportasi dan Layanan Digital di Mamminasata, Target Kurangi Kemacetan
Pemerintah Provinsi Sulsel menggelar FGD untuk percepatan pengembangan smart city di kawasan Mamminasata.

MAKASSAR — Kawasan metropolitan Mamminasata yang meliputi Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar menjadi pusat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mewujudkan konsep smart city. Komitmen itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (10/6/2026).

Kemacetan Jadi Tantangan Utama Metropolitan di Indonesia Timur

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Sulsel, Sultan Rakib, menyebut perkembangan kawasan metropolitan tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan perkotaan. Ia menunjuk kemacetan lalu lintas sebagai masalah yang paling terasa, terutama dengan dominasi sektor jasa yang menyerap 78,7 persen tenaga kerja di Makassar.

"Kemacetan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota metropolitan saat ini," ujar Sultan Rakib dalam forum tersebut.

Trans Andalan Sulsel Jadi Andalan Smart Mobility

Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi mendorong konsep smart mobility. Salah satu implementasinya adalah layanan transportasi publik Trans Andalan Sulsel yang terintegrasi dengan sistem digital.

Layanan itu bisa diakses melalui aplikasi digital, memudahkan warga memantau jadwal dan rute secara real-time. Sultan Rakib menegaskan solusi ini dihadirkan untuk merespons kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia Timur itu.

Integrasi Layanan Digital untuk 4 Kabupaten/Kota

FGD tersebut juga membahas integrasi layanan berbasis teknologi di empat wilayah Mamminasata. Data BPS Kota Makassar menunjukkan kepadatan penduduk yang tinggi memperkuat urgensi layanan publik yang lebih efisien, cepat, dan terintegrasi.

Pemerintah provinsi menargetkan pengembangan smart city tidak hanya berhenti pada transportasi, tetapi juga mencakup layanan administrasi dan informasi publik yang terhubung lintas daerah. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup warga metropolitan Sulawesi Selatan.

Bagikan
Sumber: sindomakassar.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks