Pencarian

Cegah Gangguan Produksi, Tambang Batu Hijau Pakai Laser 3D untuk Awasi 100.000 Ton Bijih per Hari

Senin, 08 Juni 2026 • 19:19:02 WIB
Cegah Gangguan Produksi, Tambang Batu Hijau Pakai Laser 3D untuk Awasi 100.000 Ton Bijih per Hari
Sistem laser 3D di Tambang Batu Hijau awasi 100.000 ton bijih per hari untuk cegah gangguan produksi.

SULAWESI SELATAN — AMMAN mengandalkan sistem bernama 3D Particle Size Measurement (3DPM) yang bekerja dengan prinsip laser triangulation. Alat ini dipasang di titik kritis sebelum material memasuki SAG Mill, mesin penggiling raksasa yang menghaluskan batuan bijih menjadi partikel kecil untuk proses pemisahan mineral.

Victor, Achmad dari tim Metalurgi AMMAN menjelaskan, sistem ini memindai bentuk, ukuran, dan volume objek secara real-time. Hasilnya jauh lebih presisi ketimbang kamera dua dimensi (2D) yang sebelumnya dipakai.

“Sistem 2D punya keterbatasan visual, apalagi saat pencahayaan berubah atau warna material hampir sama. Dengan 3DPM, kami bisa mendeteksi objek berbahaya lebih dini,” ujar Victor dalam keterangan resmi, Senin (8/6).

Mengapa Deteksi Material Asing Itu Krusial

Di antara puluhan ribu ton bijih yang mengalir lewat conveyor, kadang terbawa material asing non-batuan atau bongkahan berukuran ekstrem (oversize objects). Jika lolos hingga ke SAG Mill, benda-benda ini berpotensi menyumbat aliran atau merusak mesin.

Gangguan semacam itu tak cuma bikin produksi terhambat, tapi juga memicu biaya perbaikan besar dan waktu henti (downtime) yang merugikan. Dengan data dari 3DPM, operator punya cukup waktu untuk mengambil tindakan pencegahan sebelum material bermasalah masuk ke penggiling.

Dampak Langsung pada Keandalan Operasi

Penerapan teknologi ini memberikan operator visibilitas yang lebih baik. Informasi yang lebih akurat memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat, sekaligus menekan potensi gangguan operasional.

“Inovasi lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak sekadar mengadopsi, tapi juga mengembangkan teknologinya agar sesuai kondisi operasional kami. Hasilnya proses lebih andal, efisien, dan risiko operasional lebih terkendali,” tambah Victor.

Menuju Praktik Tambang yang Lebih Modern

AMMAN menilai inovasi ini menjadi contoh bagaimana perusahaan tambang bisa memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan keunggulan operasional. Selain menjaga ritme produksi tetap konsisten, sistem ini juga mendukung praktik pertambangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Tambang Batu Hijau sendiri merupakan salah satu operasi tembaga-emas terbesar di Indonesia. Dengan volume olahan mencapai nyaris 100.000 ton bijih per hari, keandalan setiap mata rantai proses menjadi kunci menjaga target produksi tetap on track.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks