SULAWESI SELATAN — Keputusan ini disampaikan Danang saat ditemui di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis. Ia menegaskan bahwa Eksion merupakan produk anyar yang baru saja meluncur, sehingga asumsi pabrikan adalah semua konsumen masih dalam masa perlindungan garansi standar maupun garansi tambahan yang diberikan.
"Harga baterai untuk Eksion, sebenarnya karena ini produk yang baru saja launching, jadi kami mengasumsikan seluruh konsumen masih terlindungi oleh garansi standar maupun garansi tambahan yang kami berikan," ujar Danang.
Garansi Delapan Tahun dan Bonus Seumur Hidup untuk Pembeli Pertama
Wuling memberikan garansi standar selama delapan tahun atau 120.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dulu, untuk tiga komponen utama EV. Baterai menjadi salah satu komponen vital yang masuk dalam skema perlindungan ini.
Khusus untuk pembeli pertama Wuling Eksion, ada garansi seumur hidup yang ditawarkan. Langkah ini disebut sebagai strategi untuk meredakan kekhawatiran konsumen soal usia pakai baterai dan biaya penggantian di masa depan.
Namun, garansi seumur hidup ini tidak bisa dialihkan. Jika pemilik pertama menjual kendaraannya, pemilik selanjutnya hanya memperoleh garansi standar delapan tahun atau 120.000 kilometer.
Spesifikasi Baterai 69 kWh dan Harga Dua Varian EV
Wuling Eksion dibekali baterai berkapasitas 69 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga 210 hp, dengan klaim jarak tempuh hingga 530 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Untuk pasar Indonesia, Wuling menyediakan dua varian EV. Varian EV CE dibanderol mulai Rp389 juta, sementara varian EV EX dilego Rp459 juta. Selain versi listrik murni, pabrikan juga memasarkan versi PHEV dengan rentang harga Rp449 juta hingga Rp499 juta.
Dengan skema garansi panjang ini, Wuling tampaknya ingin membangun kepercayaan konsumen terhadap daya tahan baterai. Informasi harga baterai baru akan dirilis jika sudah ada pemilik yang benar-benar membutuhkan penggantian di luar masa garansi.