SULAWESI SELATAN — Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor PLN UP2D Suluttenggo ini tidak sekadar mengecek kelengkapan APD seperti helm, sarung tangan isolasi, sepatu safety, dan tali pengaman. Manajemen juga melakukan pengujian kelayakan peralatan teknis SCADA serta pemeriksaan kesehatan fisik para petugas.
Sebelum apel usai, seluruh personel wajib menjalani medical check-up berkala di tempat, meliputi pengecekan tekanan darah dan kondisi fisik umum. "Kami memastikan mereka dalam kondisi prima sebelum melakukan manuver jaringan," ujar Manager PLN UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamuddin.
PLN UP2D: Jantung Distribusi Listrik yang Tak Boleh Gagal
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa UP2D adalah pilar utama yang mengatur, mengawasi, dan mengendalikan sistem jaringan distribusi secara real-time melalui teknologi SCADA. Fungsi ini sangat krusial karena menjadi jembatan antara pembangkit listrik di hulu dengan rumah-rumah warga, industri, dan fasilitas publik.
"Mengingat krusialnya fungsi unit ini, kesiapan personel dan keandalan alat kerja menjadi harga mati. Kami tidak boleh menoleransi adanya kesalahan sekecil apa pun," tegas Usman.
Zero Accident Bukan Sekadar Slogan
Inspeksi ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk mencapai target zero accident di tengah tingginya risiko pekerjaan kelistrikan. Ariamuddin menambahkan bahwa pekerjaan di bidang sistem distribusi dan SCADA memiliki kompleksitas risiko yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kepatuhan mutlak terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) harus berada dalam kondisi 100 persen sebelum pekerjaan dimulai.
"Keselamatan kerja bukan formalitas atau slogan di atas kertas, melainkan harus menjadi budaya dan gaya hidup. Kami ingin seluruh personel berangkat kerja dalam kondisi aman dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat," pungkas Ariamuddin.
PLN UP2D Suluttenggo berkomitmen menjadikan agenda inspeksi rutin ini sebagai fondasi operasional yang kokoh. Langkah proaktif ini diharapkan mampu memitigasi risiko kerja sekaligus memastikan pasokan listrik di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo tetap andal dan berkelanjutan bagi masyarakat.