SULAWESI SELATAN — Restu dari regulator China memang menjadi katalis positif bagi proses IPO Shein yang sempat tertunda. Namun, sinyal perlambatan bisnis yang terlihat belakangan ini membuat calon investor institusi mulai menghitung ulang ekspektasi valuasi. Shein, yang sebelumnya sempat mencapai valuasi US$ 100 miliar di pasar sekunder, kini diperkirakan harus menerima angka yang lebih realistis.
Tekanan dari Dua Sisi: Regulasi dan Perlambatan Pasar
Persetujuan dari otoritas China sendiri merupakan kabar baik yang sudah dinanti sejak rencana IPO pertama kali mengemuka. Tanpa restu ini, Shein tidak bisa melanjutkan proses pencatatan saham di Hong Kong. Namun, fakta bahwa pertumbuhan penjualan mulai melambat—terutama di pasar utama seperti AS dan Eropa—menjadi faktor kontraproduktif yang menekan daya tawar perusahaan.
“Investor institusi akan sangat fokus pada trajektori pertumbuhan. Jika perlambatan sudah terlihat di kuartal-kuartal terakhir, mereka pasti akan meminta diskon valuasi,” kata seorang analis yang enggan disebutkan namanya karena tidak berwenang bicara ke publik.
Dilema Valuasi Shein: Antara Gengsi dan Realitas Pasar
Shein selama ini dikenal dengan model bisnis ultra-fast fashion yang agresif, didukung rantai pasok berbasis data dan harga super murah. Model ini membuatnya tumbuh eksplosif selama pandemi. Kini, ketika konsumen mulai menahan belanja di tengah tekanan inflasi dan persaingan dari pemain lokal seperti Temu, laju pertumbuhan Shein mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Akibatnya, valuasi IPO berpotensi berada di kisaran US$ 60–80 miliar, turun signifikan dari puncaknya. Penurunan ini tentu menjadi pukulan bagi para pemegang saham awal dan investor sekunder yang masuk di harga tinggi.
Apa Artinya Bagi Pasar dan Investor Indonesia?
IPO Shein di Hong Kong menjadi barometer bagi sentimen investor global terhadap sektor teknologi dan ritel China. Bagi pelaku pasar Indonesia, perlambatan valuasi Shein bisa menjadi sinyal bahwa era pertumbuhan tinggi perusahaan rintisan (startup) berbasis ritel sudah mulai meredup. Investor ritel yang ingin memburu saham IPO Shein nantinya perlu mencermati rasio harga terhadap penjualan (price-to-sales) yang ditawarkan.
Belum ada kepastian jadwal pasti IPO Shein di Hong Kong. Namun, dengan restu regulasi di tangan, proses pengajuan dokumen ke bursa diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Investor akan mencermati prospektus awal untuk melihat angka pertumbuhan dan proyeksi keuangan terbaru.