SULAWESI SELATAN — Ribuan rumah dan fasilitas umum di lima provinsi Sumatera mendadak mati lampu pada Jumat (22/6/2026) sekitar pukul 18.44 WIB. PLN langsung bergerak cepat setelah laporan pertama masuk.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak," ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan investigasi awal tim teknis, pemadaman dipicu oleh gangguan pada ruas transmisi akibat cuaca buruk. Angin kencang dan hujan deras yang melanda wilayah Sumatera bagian tengah diduga menjadi penyebab utama kerusakan pada jaringan sirkit udara tegangan tinggi.
Dua Jam Pemulihan, Tim Dikerahkan ke Lapangan
Begitu sistem kelistrikan Sumatera kolaps, Darmawan mengaku langsung mengerahkan seluruh personel ke gardu induk dan titik-titik kritis transmisi. Tim fokus melakukan asesmen untuk memastikan tidak ada kerusakan permanen pada peralatan.
"Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih dua jam, seluruh sistem gardu induk dan transmisi sudah bisa kami pulihkan," jelasnya.
Proses pemulihan berjalan lebih cepat dari perkiraan awal. PLN menyebut koordinasi antara pusat kendali di Jakarta dan tim lapangan di Sumatera berjalan lancar meski dalam kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat.
Arahan Kementerian: Perbaiki Sistem Kelistrikan Sumatera
Darmawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat instruksi langsung dari Kementerian BUMN untuk segera melakukan koreksi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumatera. Langkah ini mencakup evaluasi ketahanan jaringan transmisi terhadap cuaca ekstrem serta penguatan prosedur pemulihan cepat.
"Kami sudah mendapatkan arahan dari Kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini," tuturnya.
Insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur kelistrikan di Sumatera yang sebagian besar masih mengandalkan jaringan transmisi udara terbuka. PLN berjanji akan melakukan audit menyeluruh pada titik-titik rawan gangguan di sepanjang ruas transmisi antarprovinsi.
Bagi warga di lima provinsi yang sempat gelap, pemulihan listrik pada Sabtu dini hari menjadi kelegaan tersendiri. Namun, kekhawatiran akan terulangnya kejadian serupa masih membayangi, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang.