Pencarian

Pelabuhan Bajoe Bone Kembali Beroperasi, Pemkab Usul Rute Baru ke Buton untuk Dorong Distribusi Pangan

Jumat, 22 Mei 2026 • 14:24:44 WIB
Pelabuhan Bajoe Bone Kembali Beroperasi, Pemkab Usul Rute Baru ke Buton untuk Dorong Distribusi Pangan
Pelabuhan Bajoe Bone resmi beroperasi kembali setelah rehabilitasi dermaga senilai Rp 8 miliar.

BONE — Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone resmi beroperasi kembali setelah menjalani rehabilitasi dermaga yang menelan anggaran Rp 8 miliar. Perbaikan difokuskan pada penggantian Moveable Bridge (MB) dan sistem hidroliknya, sekaligus peningkatan kapasitas dermaga dari 30 ton menjadi 50 ton.

Uji Coba Kapal Perdana Sebelum Idul Adha

Peresmian dermaga baru dilakukan pada Kamis (21/5) dan langsung diikuti uji coba penyeberangan satu kapal. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, memastikan pelabuhan beroperasi normal mulai keesokan harinya. "Kendala tidak ada. Tantangan utama lebih kepada cuaca, namun prinsipnya bisa dilakukan mitigasi sehingga bisa selesai di luar target," ujarnya.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyebut momen pembukaan kembali dermaga ini sangat strategis karena bertepatan sepekan menjelang Idul Adha. Pemerintah daerah, kata dia, sudah memperhitungkan agar masyarakat bisa langsung memanfaatkan pelabuhan untuk mobilitas menjelang hari raya.

Usulan Rute Baru ke Buton: Efisiensi Logistik Antarprovinsi

Selain mengoperasikan kembali dermaga, Pemkab Bone bersama ASDP mendorong penambahan trayek penyeberangan dari Bajoe menuju Buton, Sulawesi Tenggara. Saat ini rute yang sudah berjalan adalah Bone-Kolaka. "Tambahan rute ke Buton kami minta. Harapan itu yang kita tingkatkan," kata Andi Asman.

Menurutnya, pembukaan rute baru ini bukan sekadar perluasan layanan transportasi, melainkan strategi untuk memacu pertumbuhan ekonomi sektor logistik. Distribusi pangan dari kawasan timur Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tenggara dinilai akan lebih murah dan cepat. "Banyak hal yang menjadi satu ikatan kerja sama antara sistem usaha atau ekonomi yang mempunyai kegiatan transportasi sampai ke tingkat distribusi ke Buton," beber bupati.

Peningkatan Kapasitas Dermaga dan Target Penyelesaian

Rehabilitasi dermaga mencakup perbaikan Moveable Bridge (MB) yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi. Kapasitas angkut dermaga baru dinaikkan dari 30 ton menjadi 50 ton, memungkinkan kapal dengan bobot lebih besar untuk bersandar. Anom Sedayu menyebutkan proyek ini awalnya ditargetkan selesai pada 1 Juni, namun dapat dipercepat berkat mitigasi cuaca yang baik selama pengerjaan.

Bupati Andi Asman mengapresiasi percepatan tersebut dan memastikan dermaga baru menjadi atensi khusus Kementerian Perhubungan. "Tadi kita melihat semua yang sudah dilakukan perbaikan, dan semuanya bagus sekali. Hari ini sudah mulai padat dengan penyeberangan kapal feri," ucapnya.

FAQ: Apa Dampak Rute Bajoe-Buton bagi Ekonomi Lokal?

Apakah rute Bajoe-Buton sudah pasti beroperasi?
Masih dalam tahap usulan. Pemkab Bone dan ASDP akan mengajukan permohonan resmi ke Kementerian Perhubungan. Keputusan akhir menunggu kajian teknis dan kelayakan dari pusat.

Bagaimana pengaruhnya terhadap harga pangan di wilayah timur Sulsel?
Rute langsung Bajoe-Buton diproyeksikan memotong jalur distribusi yang selama ini harus memutar melalui Kolaka atau Makassar. Efisiensi biaya logistik berpotensi menekan harga bahan pokok di daerah tujuan, terutama komoditas beras dan hasil pertanian dari Bone.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks