MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan capaian positif pada proyek infrastruktur jalan multiyears. Andi Sudirman menekankan bahwa pembangunan ini bukan hanya soal beton dan aspal, melainkan tentang konektivitas yang mendorong pemerataan ekonomi.
Paket 2 MYP: 10 Ruas Jalan dan Anggaran Rp274 Miliar
Proyek Paket 2 ini menangani sepuluh ruas jalan yang tersebar di wilayah selatan Sulsel. Salah satu yang paling menonjol adalah ruas Panciro di Kabupaten Gowa hingga Batas Kota Makassar sepanjang 4,18 kilometer.
Pekerjaan pengaspalan dan betonisasi bahu jalan di ruas tersebut telah mencapai 83,35 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa target penyelesaian tepat waktu sangat mungkin tercapai.
Ruas Gowa-Takalar Mulai Terlihat Hasilnya
Selain ruas Panciro, ruas Batas Gowa-Barombong-Batas Takalar sepanjang 2,32 kilometer juga terus dikerjakan. Progres di lokasi ini tercatat baru mencapai 6,43 persen, namun pemerintah optimistis pengerjaan akan berjalan sesuai jadwal.
"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan agar pekerjaan jalan ini berjalan dengan baik, tepat waktu dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat," harap Andi Sudirman di Makassar, Minggu.
Mengapa Pengawalan Masyarakat Jadi Kunci?
Gubernur secara khusus mengapresiasi peran aktif warga yang ikut mengawal proyek. Dalam konteks pembangunan daerah, partisipasi masyarakat menjadi elemen krusial untuk memastikan kualitas pekerjaan dan mencegah penyimpangan di lapangan.
Andi Sudirman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan prioritas Pemprov Sulsel untuk meningkatkan daya saing daerah. "Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas demi meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Dampak Langsung untuk Warga dan Ekonomi Lokal
Perbaikan ruas jalan seperti Panciro-Gowa-Makassar bukan sekadar proyek fisik. Jalan yang mulus akan memperpendek waktu tempuh distribusi hasil pertanian dari Gowa ke pasar-pasar di Makassar. Biaya logistik yang lebih rendah berpotensi menekan harga barang di tingkat konsumen.
Bagi warga yang setiap hari menjalani rute tersebut, pengerjaan jalan ini berarti pengurangan risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan. Pemerintah menargetkan seluruh ruas dalam Paket 2 dapat selesai tepat waktu agar manfaat ekonomi segera terasa.