Pencarian

Jemaah Haji Asal Bone Meninggal di Madinah karena Paru-paru Basah, Sempat Dirawat Dua Pekan di ICU

Selasa, 19 Mei 2026 • 15:11:50 WIB
Jemaah Haji Asal Bone Meninggal di Madinah karena Paru-paru Basah, Sempat Dirawat Dua Pekan di ICU
Jemaah haji asal Bone meninggal di Madinah akibat paru-paru basah setelah dirawat dua pekan di ICU.

BONE — Jemaah haji asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali bertambah dalam daftar wafat di Tanah Suci. Caming Sade Sakka, anggota Kelompok Terbang (Kloter) UPG 03, meninggal di ruang perawatan intensif Mouwasat Hospital Madinah pada Senin (18/5/2026) pukul 09.10 waktu Arab Saudi.

Pembimbing Ibadah KBIHU Bone, Abustan, mengonfirmasi bahwa diagnosa dokter menyebut almarhum menderita paru-paru basah. "Betul, jemaah asal Bone wafat di Madinah. Diagnosa dokter paru basah," ujarnya kepada detikSulsel.

Riwayat Kesehatan Sebelum Berangkat

Abustan menjelaskan, sebelum diberangkatkan, almarhum sudah masuk dalam kategori jemaah risiko tinggi atau resti. Status ini biasanya diberikan kepada calon haji dengan kondisi kesehatan yang rentan, terutama yang memiliki penyakit penyerta atau usia lanjut.

Setibanya di Madinah, kondisi Caming langsung menurun. Ia segera dilarikan ke Saudi German Hospital (SGH) Madinah untuk mendapatkan perawatan intensif. Setelah lebih dari dua pekan menjalani perawatan, almarhum kemudian dipindahkan ke Mouwasat Hospital Madinah untuk penanganan lanjutan.

Dikebumikan di Pemakaman Baqi

"Sehari tiba di Madinah langsung dirawat. Kondisi kesehatan almarhum terus menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat di ruang perawatan intensif atau Coronary Care Unit (CCU)," kata Abustan. Jenazah almarhum rencananya akan dikebumikan di pemakaman Baqi, Madinah.

Sebelumnya, jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Nursidah Sinrang Sijarra (59), juga meninggal di Arab Saudi. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Madinah pada Minggu (26/4) sekitar pukul 16.40 waktu setempat. Jenazahnya telah dimakamkan di pemakaman yang sama, Baqi.

Tidak Ada Gejala Sebelum Wafat

Humas Kemenag Sulsel Wardy Siraj menyebut, Nursidah tidak menunjukkan gejala sakit berarti sebelum akhirnya kesehatannya menurun drastis. "Jadi tidak pernah ada tanda-tanda baik saat di Asrama Haji Makassar maupun saat di penerbangan, saat tiba. Ini kan mereka baru tiba kurang lebih tiga hari lalu di Tanah Suci," ujar Wardy.

Dua kasus ini menambah catatan waspada bagi petugas dan keluarga jemaah haji asal Sulsel. Pemantauan kesehatan sejak di embarkasi hingga selama di Arab Saudi menjadi kunci utama, terutama bagi jemaah yang masuk kategori risiko tinggi.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks