MAKASSAR — Gelombang kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Selatan mulai bergulir. Kloter 1 yang didominasi warga Kabupaten Soppeng tiba Senin (1/6) malam, disusul Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Selasa (2/6) pagi. Total 782 orang telah kembali ke Tanah Air dengan selamat, namun di balik rasa syukur, panitia mencatat sejumlah duka.
16 Jemaah Wafat, Seorang Masih Dirawat di Arab Saudi
Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, mengungkapkan bahwa hingga pemulangan Kloter 1, tercatat 16 jemaah wafat di Tanah Suci. Sebelas di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, satu dari Sulawesi Barat, dua dari Sulawesi Tenggara, satu dari Maluku Utara, dan satu dari Maluku.
Dari Kloter 2, satu jemaah atas nama Ijuma H. Lompeng wafat pada 30 Mei 2026. Sementara jemaah lainnya, Lanti Latief Abdullah, masih menjalani perawatan intensif di Arab Saudi. Secara keseluruhan, dari 16.728 jemaah dan petugas yang direncanakan, 22 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena sakit, hamil, atau meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Bupati Sidrap Jemput Langsung di Pesawat, Kloter Perdana Terbang Dua Kali
Kedatangan Kloter 2 menjadi momen istimewa bagi Kabupaten Sidrap. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, secara langsung menjemput jemaah hingga ke area pesawat. “Alhamdulillah saya bisa menjemput langsung di pesawat. Ada yang mengira saya petugas bandara,” ujarnya disambut tawa jemaah yang tiba pukul 06.50 WITA.
Syaharuddin menilai tahun ini spesial karena Sidrap untuk pertama kalinya memberangkatkan dua kelompok terbang. “Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tambahan kuota ini tidak lepas dari koordinasi baik antara pemerintah daerah dengan Kementerian Haji dan Umrah,” katanya.
Bukan Sekadar Gelar: Pesan Moral untuk Jemaah yang Baru Pulang
Di sela penyambutan, para pejabat mengingatkan esensi sejati ibadah haji. Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa predikat haji bukan sekadar gelar, melainkan amanah moral. “Haji mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan kepedulian sosial dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Ishaq.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, H. Asa Afif, mengajak jemaah merefleksikan perubahan perilaku. “Kalau sebelum berangkat ibadahnya biasa-biasa saja, setelah pulang haji semoga menjadi lebih baik. Yang biasanya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar. Yang sebelumnya kurang peduli, semoga menjadi lebih dermawan,” pesannya.
Kloter 1: Jemaah Termuda 19 Tahun, Tertua 85 Tahun
Kloter 1 membawa 391 orang, terdiri dari 384 jemaah asal Kabupaten Soppeng, satu asal Kota Makassar, dan enam petugas. Jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan, berusia 19 tahun, sementara tertua, Halika Palecceng, 85 tahun. Jumlah jemaah lanjut usia mencapai 82 orang. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, berharap para jemaah dapat menjadi panutan dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kloter 2 memberangkatkan 393 jemaah asal Sidrap, dan 391 di antaranya pulang. Seluruh jemaah yang tiba dinyatakan dalam kondisi sehat. PPIH Debarkasi Makassar terus bersiaga menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya dalam waktu dekat.