Program pembentukan Komcad untuk ASN memiliki tujuan ganda: memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus meningkatkan nasionalisme dan kedisiplinan kerja pegawai negeri. Pemprov Sulsel ditunjuk sebagai percontohan nasional, menjadikan birokrasi sipil garda depan kesiapsiagaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
Wabup Bantaeng, H. Sahabuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya keterlibatan unsur sipil dalam memperkuat pertahanan negara.
“Apresiasi dan dukungan senantiasa kita berikan dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui keterlibatan unsur sipil. Mari kita membentuk mentalitas yang disiplin, tangguh dan memiliki dedikasi tinggi,” ujar Wabup di hadapan peserta upacara, Rabu (13/5).
Bukan Sekadar Seremonial, Ada Target Pembentukan Mental
Upacara penetapan di Lapangan Karebosi, Makassar, menjadi penanda dimulainya program yang melampaui seremonial. Wabup Sahabuddin menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis membentuk karakter ASN yang lebih tangguh.
Menurutnya, disiplin dan dedikasi tinggi yang ditanamkan melalui program Komcad akan berdampak langsung pada kinerja pelayanan publik di daerah. Hal ini menjawab tantangan birokrasi yang kerap dihadapkan pada masalah etos kerja.
Apa Dampaknya bagi ASN Sulsel?
Program ini diperkirakan melibatkan ribuan ASN di lingkungan Pemprov Sulsel dalam pelatihan dasar kemiliteran dan manajemen kebencanaan. Materi spesifik dan jadwal pelatihan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Dengan status sebagai pelopor, keberhasilan program di Sulsel akan menjadi tolok ukur bagi provinsi lain yang berencana mengadopsi model serupa. Pemerintah berharap keterlibatan ASN dalam Komcad memperkuat ketahanan nasional dari sisi sumber daya manusia yang terlatih dan terorganisir.