SULAWESI SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 64,29 poin atau 1,05% ke level 6.083 pada perdagangan pagi, Selasa (29/9/2026). Tekanan jual melanda hampir seluruh sektor dengan 475 saham melemah, sementara indeks juga tercatat minus 7,89% secara bulanan dan 18,30% dalam enam bulan terakhir.
Data Bursa Efek Indonesia yang dihimpun RTI menunjukkan IHSG dibuka langsung di zona merah pada level 6.118. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak dalam rentang 6.070 hingga 6.126 sebelum bertahan di 6.083.
Nilai transaksi indeks baru mencapai Rp 1,54 miliar dengan volume 5,24 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 181.755 kali. Dari jumlah itu, hanya 118 saham yang menguat, 475 saham melemah, dan 137 saham stagnan.
Tekanan Jual Merata, Pembeli Hampir Tak Muncul
Rasio saham melemah terhadap saham menguat mencapai lebih dari empat banding satu. Komposisi itu menandakan tekanan jual terjadi merata, bukan hanya di saham-saham berkapitalisasi besar.
Level 6.000 kini menjadi ambang psikologis terdekat. Posisi 6.083 hanya berjarak sekitar 1,4% dari level tersebut, sehingga pergerakan indeks dalam beberapa sesi ke depan akan menentukan apakah support itu bertahan.
Kinerja Bulanan dan Enam Bulanan Masih Dalam Tekanan
Pelemahan IHSG bukan fenomena sehari. Secara bulanan, indeks sudah terkoreksi 7,89%, sementara dalam sepekan terakhir turun 3,15%.
- Harian: minus 1,05%
- Mingguan: minus 3,15%
- Bulanan: minus 7,89%
- Tiga bulanan: plus 3,11%
- Enam bulanan: minus 18,30%
Angka tiga bulanan yang masih positif menunjukkan ada periode pemulihan singkat di tengah tren koreksi panjang. Namun koreksi 18,30% dalam enam bulan mengindikasikan tekanan yang bersifat struktural, bukan sekadar aksi ambil untung jangka pendek.
Arti Level 6.000 bagi Investor
Bagi investor ritel, penurunan mendekati 6.000 membuka dua skenario. Pertama, level tersebut berfungsi sebagai support teknikal yang memicu rebound jika muncul aliran dana masuk. Kedua, penembusan ke bawah 6.000 berpotensi memperpanjang koreksi karena memicu aksi cut loss lanjutan.
Nilai transaksi yang tipis di sesi pagi, Rp 1,54 miliar, menunjukkan pelaku pasar masih menahan diri. Volume rendah di tengah harga turun biasanya menandakan pasar menunggu katalis sebelum menentukan arah.
Investor perlu mencermati apakah tekanan asing berlanjut dan bagaimana respons indeks saat menyentuh area 6.000. Selama belum ada aliran dana besar yang masuk, ruang rebound IHSG masih terbatas.