GOWA — Tim penilai dari Universitas Hasanuddin (Unhas) meninjau langsung progres pengabdian masyarakat yang digarap mahasiswa di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa. Agenda visitasi ini menjadi titik evaluasi bagi Tim LONTARA PPK Ormawa SPACE FT-UH yang telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama tiga bulan terakhir.
Dosen Unhas, Husnul Mubarak, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program yang direncanakan tim pelaksana sudah berjalan sesuai sasaran. “Tim Universitas datang untuk memastikan program yang direncanakan tim pelaksana selama 3 bulan ini sudah sesuai atau belum, melihat situasi Desa Lonjoboko, dan bagaimana tindak lanjut dari program PPK ORMAWA,” jelasnya.
Penyerahan Bibit Pohon dan Peninjauan Jalur Evakuasi
Rangkaian visitasi diisi tiga agenda utama yang menyentuh langsung kebutuhan desa. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke lahan konservasi sekaligus penyerahan bibit pohon kepada pemerintah Desa Lonjoboko.
Setelah itu, rombongan melakukan susur desa untuk memeriksa hasil pemasangan plang jalur evakuasi bencana dan titik kumpul yang tersebar di sepanjang jalan desa. Kehadiran perangkat desa, kelompok pemuda, dan masyarakat setempat menambah antusiasme jalannya kegiatan sejak pagi hari.
Alat Deteksi Dini Longsor Kini Siap Dioperasikan
Puncak agenda berlangsung di aula kantor desa. Tim LONTARA memaparkan pengoperasian hasil perakitan alat Landslide Early Warning System (alat pendeteksi dini tanah longsor) serta peta rawan bencana yang diinisiasi untuk memitigasi risiko di kawasan rawan longsor.
Dosen Pendamping Tim, Ir. Dewa Sagita Alfadin Nur, S.T., M.T., mengapresiasi dukungan masyarakat dan mitra atas kelancaran program ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak, ibu, dan pemuda Desa Lonjoboko pada kegiatan tim LONTARA hari ini. Kami sangat berharap agar kedepan tetap mendapat dukungan baik dari masyarakat dan mitra sekalian, demi memperkuat sinergi kerjasama serta keberlangsungan program,” ujarnya.
Melalui kegiatan visitasi ini, Universitas Hasanuddin menegaskan kembali komitmennya mendukung organisasi mahasiswa dalam berinovasi dan berkontribusi positif kepada masyarakat sekitar. Keberlanjutan program di Desa Lonjoboko diharapkan mampu memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi potensi bencana alam.