SULAWESI SELATAN — Setelah bertahun-tahun identik dengan game ramah keluarga seperti Spider-Man dan Ratchet & Clank, Insomniac Games kembali ke akar mereka yang lebih gelap lewat Marvel's Wolverine. Sepanjang dua jam sesi pratinjau, saya menyaksikan Logan yang jauh dari kata ramah: membantai tentara Bolivar Trask di pulau Talenbang, merobek lengan musuh, dan menumbuk lawan hingga hancur. Ini adalah heavy metal combat—sebutan yang pas untuk sistem pertarungan yang mengombinasikan kerangka adamantium dengan animasi yang terasa sangat berbobot dan brutal.
Sistem Pertarungan yang Menghargai Agresi
Berbeda dengan kebanyakan game yang meminta pemain bertahan untuk memulihkan HP, Wolverine justru sebaliknya. Jess Reiner-Reed, Senior Project Director di Insomniac, menjelaskan bahwa tim sempat mencoba mekanik regenerasi ala FPS yang mengharuskan pemain bersembunyi. "Kami akhirnya mendarat di versi yang menghargai agresivitasmu," ujarnya.
Semakin agresif kamu menyerang, semakin cepat Rage Meter terisi. Meter ini membuka tiga tingkatan kemampuan: mekanik pemulihan Last Stand, finishing move yang lebih dahsyat, hingga mode all-out carnage yang mengubah layar menjadi monokrom dan memungkinkan serangan instan satu sentuhan. Sensasinya mirip mekanik Berserk dari Ninja Gaiden 4 yang sangat memuaskan.
Pertarungan melawan musuh pun bervariasi. Prajurit biasa bisa dihabisi dengan kombo ringan dan finisher berat. Reaver berperisai menuntut tendangan pembuka sebelum menusuk dada mereka. Sementara klan Hand, ninja berbaju merah yang juga muncul di trailer Spider-Man: Brand New Day, membawa pedang yang bisa tertancap di tubuh Logan dan mengganggu gerakanmu sampai kamu mencabutnya untuk dijadikan senjata.
Lingkungan Interaktif dan Pertarungan Bos yang Kurang Mengesankan
Lingkungan memegang peran penting. Melempar musuh dari atap gedung atau membanting mereka ke dinding untuk membuka celah serangan adalah taktik yang efektif. Kamu juga harus waspada terhadap mutant power inhibitor yang bisa mematikan regenerasi Logan; hancurkan mesin tersebut lebih dulu, baik lewat pendekatan siluman atau serangan frontal.
Namun, tidak semuanya mulus. Pertarungan melawan bos Proto Sentinel terasa kuno dan formulaik—hanya soal menghindari serangan yang sudah jelas polanya dan melakukan dodge roll. Dibandingkan pertarungan epik melawan Eikon di Final Fantasy XVI, momen ini terasa seperti pekerjaan rumah. Sesi Nightmare Doors, yang membawa Logan ke kabinnya di alam bawah sadar, juga terasa seperti pengalih perhatian yang kurang menarik dibandingkan kejar-kejaran di atap yang menutup sesi pratinjau.
Lebih dari Sekadar Darah: Karakter dan Narasi yang Dalam
Di luar aksinya, Insomniac menunjukkan kedalaman narasi lewat segmen di Lowtown, Madripoor. Mengenakan kemeja flanel dan topi koboi, Logan terlibat permainan Never Have I Ever bersama Mystique di sebuah bar. Momen ini justru menjadi sorotan: kita diajak menunggu ragu-ragu apakah Logan akan mengangkat gelasnya saat Mystique melontarkan pertanyaan provokatif tentang masa lalunya.
Liam McIntyre, aktor Australia yang mengisi suara Logan, berhasil menangkap dualitas karakter ini—amarah yang meledak-ledak di medan perang dan penyesalan yang tenang di saat santai. "Dia karakter yang paling membumi di antara superhero lain," ujar McIntyre. "Dia tidak ingin high-five orang di New York; dia ingin menyendiri dan melakukan apa yang harus dilakukan."
Kapan Rilis dan Apa yang Perlu Diketahui
Marvel's Wolverine akan dirilis eksklusif untuk PlayStation 5 pada 15 September 2025. Meski sesi pratinjau ini masih menyisakan pertanyaan soal variasi gerakan—karena tidak ada sistem senjata jarak jauh atau kemampuan lompat ganda yang terlihat—Insomniac meyakinkan bahwa variasi akan datang dari build yang bisa dibentuk pemain lewat pilihan skill dan augmentasi khusus.
Bagi penggemar aksi yang merindukan game dengan intensitas tinggi dan tanpa kompromi, Marvel's Wolverine tampaknya akan menjadi sajian utama di paruh kedua tahun ini. Jika akhir ceritanya bisa menyaingi klimaks babak pertama yang saya saksikan, ini bisa menjadi salah satu game superhero paling berani yang pernah dibuat.