MAKASSAR — Kota Makassar dinilai memiliki modal kuat untuk terhubung dengan pasar global, mulai dari posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur hingga keberadaan talenta muda dari perguruan tinggi. Potensi tersebut tinggal dikemas melalui strategi yang tepat agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Imat Badruddin, yang memiliki pengalaman sekitar dua dekade di bidang pemasaran, komunikasi kreatif, dan manajemen talenta, menilai Makassar tidak berangkat dari nol. Ia menyebut kota ini sudah memiliki banyak modal yang bisa dimonetisasi.
"Banyak potensi di Kota Makassar, kota ini tidak mulai dari nol. Makassar sudah harus melangkah jauh," ujar Imat dalam pemaparannya di hadapan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Creative Outsourcing Center: Menghubungkan Talenta Lokal dengan Industri Global
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah Creative Outsourcing Center. Konsep ini diarahkan untuk menghubungkan talenta lokal, terutama lulusan perguruan tinggi, dengan kebutuhan industri internasional tanpa harus meninggalkan Makassar.
"Jadi, Creative Outsourcing Center bukan berarti kita buka studio di sini kemudian bersaing dengan orang kreatif di sini. Justru talenta yang ada di sini kita hubungkan dengan kebutuhan di luar," tambah dia.
Kurasi Produk UMKM dan Pentingnya Keberlanjutan Setelah Pameran
Gagasan ketiga yang ditawarkan adalah Makassar Hub, yang berfungsi sebagai pintu masuk promosi produk dan jasa lokal ke pasar internasional. Imat menyarankan agar produk UMKM yang telah memenuhi standar ekspor dipasarkan melalui jejaring internasional yang dimilikinya.
"Kalau punya barang yang sudah ekspor approved, quality export, kasih ke saya. Kami bisa perkenalkan," ujarnya.
Namun, ia menekankan perlunya proses kurasi yang ketat dari pemerintah. Kurasi tidak hanya menyangkut pelaku UMKM, tetapi juga kualitas produk yang akan dibawa ke pasar global. "Yang kita kurasi bukan orangnya saja, tapi barangnya," katanya.
Imat juga mengingatkan pentingnya strategi keberlanjutan dalam membawa produk Indonesia ke luar negeri. Menurutnya, kehadiran dalam pameran internasional tidak boleh berhenti pada kegiatan promosi selama beberapa hari.
"Kalau berdagang di luar negeri jangan hanya datang pameran tiga hari, kemudian pulang. Kunci keberhasilan dari pameran adalah setelah pameran," tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil membangun strategi menembus pasar global dengan mempelajari praktik negara lain. Imat berharap Pemkot Makassar dapat memanfaatkan seluruh potensi yang telah dimiliki, bukan sekadar membangun sesuatu dari awal.
"Jadi kita ini banyak sekali yang bisa dilakukan. Makassar itu tidak dari nol, sudah punya banyak modal," jelasnya.