MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, meminta pengurus RT dan RW meningkatkan pengawasan terhadap rumah warga yang ditinggal kosong saat musim kemarau. Hal itu dinilai penting karena potensi kebakaran meningkat drastis akibat cuaca panas berkepanjangan.
"Yang paling pertama adalah kewaspadaan kita dan pencegahan kita terhadap yang namanya bahaya kebakaran," ujar Appi di hadapan warga ORW 06 Kelurahan Pandang, Sabtu (22/8/2026) malam.
Appi menyebut, hampir setiap hari terjadi kebakaran di sejumlah wilayah Kota Makassar. Kondisi ini disebutnya sebagai dampak langsung dari musim kemarau yang sangat panjang.
Warga Diminta Cabut Colokan Listrik Sebelum Tinggalkan Rumah
Appi meminta warga yang hendak bepergian untuk memastikan seluruh peralatan listrik telah dicabut. Ia juga meminta tetangga turut aktif mengingatkan jika ada rumah yang kosong ditinggal pemiliknya.
"Kalau tetangga-tetangga mau pergi bepergian dan mengosongkan rumahnya, tolong disampaikan kepada Bapak RW atau RT-nya untuk memperhatikan listriknya," pesannya.
Para ibu rumah tangga juga diingatkan untuk memastikan api kompor benar-benar padam setelah selesai memasak. Hal sederhana ini dinilai krusial untuk mencegah kebakaran yang sering dipicu korsleting listrik dan api kompor.
Antisipasi Kekeringan: PDAM, PU, dan BPBD Dikerahkan
Selain kebakaran, Appi menyebut musim kemarau panjang berpotensi memicu kekeringan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Pemerintah Kota memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menjamin distribusi air bersih ke masyarakat terdampak.
"Baik dari PDAM, Dinas PU, maupun BPBD, semuanya kita akan turunkan untuk memastikan suplai dan pasokan air bersih bisa sampai di tengah-tengah masyarakat," lanjut Munafri.
Appi juga meminta Camat Panakkukang dan Lurah Pandang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk rutin menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia menilai lokasi kegiatan warga yang luas bisa dimanfaatkan untuk layanan tersebut.
Urban Farming dan Pemilahan Sampah Jadi Solusi Jangka Panjang
Di sela-sela imbauan antisipasi bencana, Appi mendorong warga memanfaatkan lahan sempit yang tidak produktif untuk pertanian perkotaan atau urban farming. Langkah ini dinilai membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah pendapatan rumah tangga.
"Bagaimana kita memaksimalkan lahan-lahan sempit, lahan-lahan penganggur untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat pertanian dengan metode urban farming atau pertanian lahan sempit," ajaknya.
Khusus Kelurahan Pandang, Appi mengapresiasi warga yang mulai aktif memilah sampah. Ia meminta Camat Panakkukang, Lurah Pandang, serta jajaran RT dan RW meningkatkan intensitas gerakan tersebut.
"Saya dengar sudah mulai memilah sampah dengan baik. Terima kasih Pak Camat, tolong ditambah lagi intensitasnya, Bapak dan Ibu RT, RW," tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Panakkukang Syahril, Lurah Pandang Andi Sri Wahyuni, serta para tokoh masyarakat, agama, dan pemuda se-Kelurahan Pandang.