Pencarian

Menteri Dody Hanggodo Percepat Pemulihan SPAM dan Pasokan Air Bersih Usai Gempa NTT 7,7 SR

Rabu, 19 Agustus 2026 • 16:12:32 WIB
Menteri Dody Hanggodo Percepat Pemulihan SPAM dan Pasokan Air Bersih Usai Gempa NTT 7,7 SR
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau percepatan pemulihan sarana air bersih pascagempa NTT berkekuatan 7,7 SR.

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan penanganan darurat menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Pemeriksaan dan perbaikan sarana prasarana air minum menjadi fokus utama agar layanan air bersih tetap berjalan selama masa tanggap darurat sekaligus memetakan kebutuhan pemulihan infrastruktur di daerah yang terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur yang menyentuh kebutuhan pokok warga menjadi prioritas dalam pemulihan pascabencana. Akses ke air bersih dan sanitasi harus segera dipulihkan.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan," kata Menteri Dody Hanggodo.

Melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) NTT, Kementerian PU telah memeriksa sarana air minum di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka. Pemeriksaan mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, dan tampungan air di masyarakat.

Salah satu perbaikan dilakukan pada jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang rusak akibat gempa dan menghambat distribusi air bersih.

Bersama PDAM Kabupaten Ende, perbaikan jaringan dimulai pada 16 Agustus dan selesai di malam 17 Agustus 2026. Setelah itu, air bersih kembali mengalir hingga ke sambungan rumah warga.

Dukungan TFL Pamsimas dan Personel Tambahan

Kementerian PU juga mengerahkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk mendata kerusakan, sekaligus menangani sarana yang terganggu agar layanan segera berfungsi.

Sebanyak 10 personel tambahan diberangkatkan dari Kupang untuk memperkuat pemeriksaan dan penanganan di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Mereka bertugas mengecek kondisi sarana dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan.

Di Kabupaten Nagekeo, 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sebanyak 2 unit MTA sudah berada di lokasi, dan 1 unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai yang sebelumnya dipakai untuk penanganan banjir Mauponggo.

Selain itu, disiapkan 16 unit Hidran Umum (HU), terdiri dari 8 unit dukungan yang tersedia saat ini dan 8 unit HU pinjam pakai. Di Kupang, Kementerian PU juga menyiagakan 2 unit mobil tangki air dan 1 unit truk tinja.

Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan dilakukan bertahap sesuai hasil pemeriksaan dan tingkat kebutuhan di tiap wilayah.

"Kami akan terus lakukan pengecekan dan inventarisasi di lapangan supaya penanganannya tepat sasaran. Kalau sumber air dan jaringan masih bisa difungsikan, kami optimalkan. Kalau belum, kita siapkan alternatif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih selama masa tanggap darurat," jelas Dody Hanggodo.

Kementerian PU juga terus mendata pos-pos pengungsian untuk memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi terpenuhi cepat. Jika perlu, mobilisasi prasarana dan sarana air minum akan dilakukan dari luar NTT, termasuk dari depo di Surabaya.

Pemenuhan air bersih akan dioptimalkan lewat SPAM atau PDAM jika jaringan tersedia dan berfungsi. Jika jaringan perpipaan terganggu atau belum ada, dukungan datang dari mobil tangki, hidran umum, tampungan air, dan sarana lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks