Pencarian

Paskibraka Makassar Tampilkan Formasi Benteng Rotterdam dan Stupa Borobudur, Ini Makna di Balik Gerakannya

Senin, 17 Agustus 2026 • 09:20:01 WIB
Paskibraka Makassar Tampilkan Formasi Benteng Rotterdam dan Stupa Borobudur, Ini Makna di Balik Gerakannya
Tim Paskibraka Kota Makassar menampilkan formasi Benteng Rotterdam saat upacara pengibaran bendera HUT ke-81 RI di Makassar, Senin (17/8/2026).

MAKASSAR — Dua tim Paskibraka Kota Makassar mendapat kepercayaan berbeda dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Tim Narya bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada pagi hari, sedangkan Tim Gasta menjalankan prosesi penurunan bendera pada sore hari.

Masing-masing tim membawakan pola formasi yang tidak biasa. Tim Narya membentuk pola Benteng Rotterdam yang divisualisasikan menyerupai seekor penyu yang merayap menuju laut. Adapun Tim Gasta menampilkan pola Stupa Candi Borobudur.

Makna Formasi Benteng Rotterdam: Jiwa Bahari Sulawesi Selatan

Formasi Benteng Rotterdam yang dibawakan Tim Narya mengandung pesan tentang kekuatan karakter bangsa Indonesia. Narasi dalam prosesi pengibaran menyebut pola tersebut melambangkan jiwa bahari masyarakat Sulawesi Selatan yang tangguh dan berani mengarungi samudra, tetapi tetap berakar kuat pada bumi pertiwi.

Pada prosesi pagi itu, Farel Noviantoro dari SMA Negeri 21 Makassar dipercaya menjadi Komandan Kelompok 17. Stevani Ayu Supriyadi dari SMK SMTI Makassar bertindak sebagai pembawa baki, dengan cadangan Ariqah Anala Salsabila dari SMA Negeri 8 Makassar.

Aditya Ardhani dari SMA Negeri 16 Makassar mengemban tugas sebagai Komandan Kelompok 8. Muhammad Rindra Adya Pratama dari MA Negeri 2 Makassar menjadi pembentang bendera, sedangkan Arumi Hafizuddin dari SMA Negeri 17 Makassar bertugas sebagai penggerek bendera.

Tiga anggota lain yang menjadi serpihan Kelompok 8 adalah Mahira Feyza Syahrial dari SMA Negeri 2 Makassar, Ainun Aqeela dari SMA Negeri 21 Makassar, serta Desy Lestari A. dari SMA Negeri 14 Makassar.

Stupa Borobudur: Kekuatan dari Ketenangan dan Kedisiplinan

Berbeda dengan Tim Narya, Tim Gasta membawakan formasi Stupa Candi Borobudur saat menurunkan bendera. Pola ini menyampaikan pesan bahwa kekuatan sejati tidak selalu lahir dari latihan fisik yang keras, melainkan dari ketenangan, kewibawaan, dan fokus.

Sufi Andara Paradifa Rahman dari SMA Negeri 10 Makassar menjadi Komandan Kelompok 17. Posisi pembawa baki dipegang Stefany dari SMA Negeri 18 Makassar, dengan cadangan Cindy Claudia Putri Sarungu dari SMA Negeri 7 Makassar.

Sintong Rezky Pratama Yusman dari SMA Negeri 1 Makassar bertugas sebagai Komandan Kelompok 8. Alviano Fitra Suliano dari SMAS Hang Tuah Makassar dipercaya melipat bendera, sementara Muhammad Fadhil Kamaru dari MAS IMMIM Putra Makassar menjadi penggerek bendera.

Serpihan Kelompok 8 diisi Weryn Heveny Kombong dari SMA Katolik Rajawali Makassar, Firyal Luthfiyah dari SMAIT Darul Fikri Makassar, dan Selfi Nawawi N. dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 39 Makassar.

Simbol Sejarah dan Budaya dalam Satu Upacara

Dua formasi yang ditampilkan memberikan warna tersendiri pada rangkaian upacara kemerdekaan di Makassar tahun ini. Benteng Rotterdam merepresentasikan kekuatan sejarah dan karakter bahari Sulawesi Selatan. Sementara Stupa Candi Borobudur membawa pesan tentang keseimbangan dan keanggunan.

Penampilan Paskibraka kali ini tidak sekadar menjadi bagian dari tata upacara. Formasi tersebut menjadi media penyampaian nilai sejarah, budaya, dan semangat kebangsaan kepada masyarakat yang menyaksikan.

Seluruh anggota Paskibraka dari berbagai sekolah di Kota Makassar tersebut menjalankan tugasnya dengan disiplin. Mereka menjadi bagian penting dari peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.terkini.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks