SULAWESI SELATAN — PT Alva Energi Indonesia (Alva) memasang target ambisius untuk tahun ini. Setelah mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan sepanjang 2025, pabrikan motor listrik nasional ini berharap tren positif tersebut berlanjut, bahkan bisa berlipat ganda.
"Yang kita spill selama ini pertumbuhan di tahun lalu, kita bertumbuh sekitaran 50 persen. Itu historical, itu fakta, tahun ini kita berharap pertumbuhannya lebih dari 50 persen, kita berharap mungkin double," ujar Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja, di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.
Penjualan 2025 Tembus 4.508 Unit, N3 Jadi Primadona Baru
Keyakinan Alva tersebut didasari pada data penjualan tahun lalu. Berdasarkan laporan RUPS PT Indika Energy Tbk, penjualan Alva tumbuh 52,9 persen secara tahunan, dari 2.948 unit pada 2024 menjadi 4.508 unit pada 2025. Pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinamis dan tanpa adanya insentif khusus.
Pola permintaan konsumen pun mulai bergeser. Segmen N3 yang merupakan model paling terjangkau kini menjadi tulang punggung penjualan baru. Model ini dilaporkan berhasil menyalip lini Cervo yang sebelumnya menjadi andalan.
"Pergerakannya N3 bergerak di atas Cervo, karena harganya dan lain-lain. Jadi memang itu sudah nyalip," kata Purba.
Ekosistem Berkembang: 78 Juta Kilometer dan 490 Konektor Charging
Pencapaian lain yang turut memperkuat posisi Alva adalah pertumbuhan ekosistemnya. Hingga akhir Juni 2026, total jarak tempuh seluruh motor listrik Alva telah mencapai 78 juta kilometer. Angka ini melonjak signifikan dari 22 juta kilometer yang tercatat pada Januari 2025.
Jaringan pengisian daya Boost Charge juga berkembang pesat. Dari hanya 150 konektor pada akhir 2025, kini telah tersedia lebih dari 490 konektor yang tersebar di berbagai lokasi pada semester pertama 2026. Sepanjang periode tersebut, ekosistem Boost Charge telah menyalurkan lebih dari 444 ribu kWh energi listrik kepada pengguna.
Harga Minyak Bergejolak Jadi Pemicu Peralihan ke Motor Listrik
Alva menilai situasi ekonomi global justru menjadi katalis positif bagi industri motor listrik tanah air. Gejolak harga minyak dunia dan tren kenaikan harga komoditas disebut mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan kendaraan berbasis baterai sebagai alternatif yang lebih efisien.
"Kita tahu mengenai harga minyak yang sekarang sedang bergejolak. Jadi dengan itu harga komoditas sepertinya juga lagi trending up," jelas Purba.
"Itu sudah punya impact buat beberapa harga komoditas minyak, termasuk juga oli, parts juga. Jadi sepertinya hal-hal tersebut mempunyai dampak (ke penjualan motor listrik)," tambahnya.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekosistem, pergeseran permintaan ke model terjangkau, dan kondisi pasar yang mendukung, Alva optimistis dapat melampaui capaian tahun lalu dan mengukuhkan posisinya di pasar motor listrik nasional.