MAKASSAR — Markas Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) di Makassar berubah menjadi medan latihan tempur yang menegangkan. Dalam skenario yang dirancang mendekati kondisi nyata, prajurit Kodaeral VI menjalani tiga jenis latihan sekaligus: Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), Pertahanan Pangkalan (Hanlan), dan Penindakan Huru-Hara (Dakhura) Triwulan II Tahun 2026.
Latihan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M. Ia didampingi Wakil Komandan, para Pejabat Utama, serta Kepala Dinas dan Kepala Satuan Kerja di lingkungan Kodaeral VI. Seluruh skenario berjalan presisi di bawah pengawasan langsung pimpinan tertinggi.
Manuver Cepat di Laut: Tim VBSS Rebut Kapal Bajakan
Skenario pertama berlangsung di perairan sekitar pantai Kodaeral VI. Tim reaksi cepat VBSS yang didukung KAL Mamuju II.6-64 dan Sea Rider melancarkan infiltrasi ke sebuah kapal umum yang dikuasai pembajak. Dengan manuver tajam dan gerakan senyap, tim berhasil melumpuhkan para pembajak dan menyelamatkan sandera tanpa cedera.
Serangan Udara Musuh dan Kobaran Api di Pangkalan
Ketegangan bergeser ke darat. Markas Kodaeral VI diguncang skenario serangan udara musuh yang memicu kobaran api. Tim Pertahanan Pangkalan (Hanlan) langsung mengambil posisi tempur, sementara Tim Pemadam Kebakaran bergerak sigap melokalisir dan menjinakkan api. Langkah ini mencegah kerusakan lebih luas pada objek vital pangkalan.
Massa Anarkis Dibubarkan dengan Anjing Pelacak K-9
Situasi memuncak di Gerbang Utama Kodaeral VI. Massa demonstran mulai bertindak anarkis. Tim Penanggulangan Huru Hara (PHH) bersama Polisi Militer (POM) TNI AL Kodaeral VI membentuk barikade kokoh. Unit K-9 dengan anjing pelacak diterjunkan untuk memecah konsentrasi massa secara terukur. Di sisi lain, Tim Medis Reaksi Cepat bergerak di garis evakuasi, memberikan pertolongan pertama bagi korban terdampak.
Komitmen Kesiapsiagaan 24 Jam
Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan uji kesiapsiagaan sejati. “Dinamika ancaman bisa terjadi kapan saja, baik di laut maupun di pangkalan. Melalui latihan intensif yang memadukan unsur VBSS, Hanlan, hingga penanganan huru-hara ini, kita memastikan bahwa Kodaeral VI selalu berada dalam kondisi siap siaga 24 jam untuk memukul mundur musuh dan menjaga kedaulatan wilayah,” tegasnya.