SULAWESI SELATAN — Metode komunikasi Pochettino ini dianggap kurang personal bagi mereka yang gagal menembus 26 pemain akhir. Namun, pelatih asal Argentina itu membela keputusannya dengan alasan yang cukup gamblang.
“Apa yang Akan Saya Katakan? Saya Akan Berbohong?”
Pochettino menjelaskan bahwa sebagai mantan pemain, ia pun tidak ingin berbicara dengan pelatih yang baru saja mencoretnya dari skuad nasional. “Apa yang akan kamu katakan? Apakah saya akan berbohong?” ujarnya.
“Saya peduli. Tahukah kamu kenapa saya peduli? Karena selama dua pekan terakhir saya tidak tidur. Dan hari ini, saya masih belum bisa menikmati 26 pemain yang ada di depan saya, karena saya terus memikirkan pemain yang tersingkir,” tambah Pochettino membela diri.
Diego Luna hingga Aidan Morris Masuk Daftar yang Dicoret
Sejumlah nama menjadi korban kebijakan ini. Gelandang Real Salt Lake, Diego Luna, dan gelandang Lyon, Tanner Tessmann, disebut-sebut masih sibuk memeriksa folder spam surel mereka. Sementara itu, gelandang Middlesbrough, Aidan Morris, juga harus gigit jari setelah menjalani dua pekan yang naik-turun.
Morris disebut berharap masih ada celah, meskipun itu berarti rekan setimnya harus cedera untuk memberinya tempat. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump disebut heran karena kotak masuknya tidak berbunyi, mengingat ia baru pulih dari cedera tumit yang menghalanginya tampil di ajang konflik sebelumnya.
Gio Reyna Justru Masuk: Petualang atau Teladan?
Tidak ada kejutan besar dalam skuad Pochettino, kecuali satu nama: Gio Reyna. Gelandang kelahiran Sunderland yang kini bermain untuk Borussia Mönchengladbach itu tetap masuk 26 pemain, meskipun banyak yang memperkirakan ia akan ditinggal di Jerman.
Reyna dikenal sebagai figur kontroversial di Piala Dunia Qatar 2022 karena ulahnya yang dianggap mengganggu tim. Ia kemudian meminta maaf atas respons emosionalnya yang memengaruhi perilaku di sesi latihan. Meski baru bermain kurang dari 150 menit untuk klubnya tahun ini, Pochettino tampaknya memaafkan masa lalu Reyna.
“Football Daily menduga Pochettino tidak akan mentolerir kekanak-kanakan seperti itu,” tulis media tersebut. Kini pertanyaan besarnya adalah apakah orang tua Reyna, Claudio dan Danielle, sudah belajar bersikap.
Andrea Pirlo Dikritik karena Tampil di Acara di Moskow
Di luar hiruk-pikuk skuad AS, legenda sepak bola Italia Andrea Pirlo dan Marco Materazzi menjadi sasaran kritik. Keduanya tampil dalam acara sepak bola di Moskow yang diselenggarakan oleh Fonbet, perusahaan taruhan terbesar Rusia.
Atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, mengecam keras penampilan Pirlo. “Sangat menyedihkan melihat legenda masa kecil berubah menjadi bankir moral yang tidak menganggap apa pun lebih berharga daripada rubel Rusia,” tulisnya di media sosial. Pirlo membela diri dengan mengatakan, “Kami datang ke sini khusus untuk olahraga dan untuk anak-anak. Sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan orang.”