Pencarian

Kapolda Sulsel Sebut Ada Kepentingan Politik di Balik Maraknya Geng Motor, 176 Tersangka Dibekuk Selama Mei 2026

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:31:52 WIB
Kapolda Sulsel Sebut Ada Kepentingan Politik di Balik Maraknya Geng Motor, 176 Tersangka Dibekuk Selama Mei 2026
Kapolda Sulsel ungkap indikasi kepentingan politik di balik maraknya geng motor.

MAKASSAR — Polda Sulawesi Selatan mengungkap adanya indikasi kepentingan politik di balik maraknya aksi geng motor dan kriminalitas jalanan yang meresahkan warga dalam beberapa pekan terakhir. Indikasi ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro saat merilis hasil pengungkapan kasus kejahatan jalanan di Mapolrestabes Makassar, Selasa (26/5/2026).

Djuhandhani menyebut, pihaknya masih mendalami informasi intelijen yang mengarah pada sejumlah kelompok atau organisasi masyarakat yang memanfaatkan situasi. "Ada beberapa kelompok atau organisasi masyarakat yang memiliki tujuan untuk kepentingan politik tertentu. Karena ini masih informasi intelijen, perlu kami sampaikan, tapi ini sebuah warning bagi kepolisian," ujarnya.

Operasi GeBuk: 176 Tersangka dan Ribuan Barang Bukti

Sepanjang Mei 2026, Polda Sulsel mencatat ada 148 laporan polisi terkait kejahatan jalanan. Dari laporan tersebut, aparat berhasil menangkap 176 pelaku dalam program penegakan hukum bernama GeBuk (Gerakan Penegakan Hukum).

Polisi juga menyita ribuan barang bukti berupa senjata tajam dan kendaraan bermotor dari hasil operasi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Satreskrim Polrestabes Makassar menjadi unit yang paling banyak menangani kasus dengan total 73 tersangka, menegaskan bahwa Makassar masih menjadi episentrum kriminalitas jalanan di provinsi ini.

Dari total laporan yang masuk, sebanyak 18 kasus telah memasuki tahap dua atau P21, 14 laporan masih dalam tahap pertama di kejaksaan, dan 126 laporan lainnya masih dalam proses pemberkasan perkara.

Tembak di Tempat untuk Pelaku yang Membahayakan

Menghadapi situasi ini, Kapolda tidak segan memerintahkan jajarannya untuk bertindak tegas. Djuhandhani menginstruksikan seluruh jajaran Polres untuk meningkatkan pengamanan dan menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing.

"Manakala didapatkan membuat situasi yang tidak kondusif di wilayah hukum Polda Sulsel, gebuk, tangkap, dan lakukan penegakan hukum," tegas mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri itu.

Bahkan, Djuhandhani memerintahkan tindakan tegas terukur hingga tembak di tempat terhadap pelaku yang membahayakan keselamatan masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan warga akibat aksi geng motor, pencurian dengan kekerasan, hingga penyerangan menggunakan busur panah yang marak terjadi.

Apa yang Melatarbelakangi Dugaan Kepentingan Politik?

Meski belum bisa membeberkan secara rinci, pernyataan Kapolda soal keterlibatan kepentingan politik menjadi sinyalemen serius. Dugaan ini muncul di tengah peningkatan aksi kriminal jalanan yang dinilai tidak lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan terstruktur.

Polda Sulsel menyebut situasi ini menjadi peringatan bagi aparat untuk lebih waspada. Ke depan, pengawasan terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis akan diperketat.

Berapa Jumlah Kasus yang Sudah Ditangani?

Dari total 148 laporan polisi, sebanyak 18 kasus telah dinyatakan lengkap atau P21. Sementara 14 laporan masih dalam tahap pertama di kejaksaan dan 126 laporan lainnya masih dalam proses pemberkasan. Polisi memastikan proses hukum terus berjalan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Apakah Makassar Masih Jadi Wilayah Paling Rawan?

Data Polda Sulsel menegaskan bahwa Makassar masih menjadi wilayah dengan tingkat kriminalitas jalanan tertinggi di Sulawesi Selatan. Hal ini terlihat dari jumlah tersangka terbanyak yang ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Makassar, yakni 73 orang dari total 176 tersangka.

Bagikan
Sumber: sulsel.suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks