MAKASSAR — Kepemimpinan baru di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone resmi dimulai. Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA dikukuhkan sebagai rektor untuk masa bakti 2026–2030. Ia menggantikan pejabat sebelumnya di kampus yang dikenal dengan julukan “Kampus Hijau”.
Mengapa Pelantikan Ini Dinilai Spesial?
Yang membedakan momen ini dari seremonial serupa adalah latar belakang figur yang dipercaya memimpin. Prof. Lukman Arake bukan sekadar akademisi. Ia saat ini aktif mengabdi sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian MUI Kabupaten Bone. Kombinasi antara keilmuan akademik dan pengabdian kepada umat menjadi sorotan utama.
Ketua Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, MA, secara khusus menyampaikan ucapan selamat. Ia menilai amanah rektorat sangat tepat berada di tangan Prof. Lukman.
Sinergi Akademisi dan Ulama di Pucuk Pimpinan Kampus Islam
Dalam pernyataannya di Makassar, Prof. Najamuddin menekankan bahwa pelantikan ini merupakan momentum besar dan membanggakan bagi dunia pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan. Kehadiran seorang ulama sekaligus akademisi tulen diharapkan mampu membawa akselerasi kemajuan signifikan, khususnya di Bumi Arung Palakka.
“Selamat dan sukses atas pelantikan Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA sebagai Rektor IAIN Bone Periode 2026–2030. Amanah ini sangat tepat berada di tangan beliau yang juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Harian MUI Bone. Ini adalah wujud sinergi yang kuat antara kapasitas keilmuan akademik dan pengabdian umat,” ujar Prof. Najamuddin.
Doa dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Sebagai wujud rasa syukur, Ketua Umum MUI Sulsel turut memanjatkan doa demi kelancaran tugas rektor baru. Ia berharap setiap kebijakan yang diambil membawa keberkahan, prestasi, dan kemajuan gemilang bagi institusi.
“Bimbinglah setiap kebijakan beliau agar membawa keberkahan, prestasi, dan kemajuan yang gemilang. Jadikanlah kepemimpinan beliau sebagai jembatan untuk mencetak generasi intelektual muslim yang unggul, moderat, dan berakhlakul karimah,” doa Prof. Najamuddin dalam pernyataan resminya.
Arah Baru IAIN Bone: Kolaborasi dengan Ulama dan Pemerintah Daerah
Di akhir penyampaiannya, Prof. Najamuddin berharap di bawah nakhoda baru, IAIN Bone dapat semakin mempererat kerja sama dengan para ulama, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Targetnya adalah mewujudkan visi kampus yang unggul dan kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi kampus Islam negeri di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan ganda sebagai rektor dan pengurus MUI diyakini akan memperkuat peran IAIN Bone sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat.