MAKASSAR — Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar Andi Patiware menyebut Festival Bulan Budaya sebagai agenda rutin tahunan yang didedikasikan untuk momen Hari Kebudayaan Nasional. Puncak acara dipusatkan di Anjungan Pantai Losari selama dua hari penuh pada akhir pekan.
Rangkaian perlombaan dimulai lebih awal, sejak Jumat, sebelum panggung utama dibuka pada Sabtu dan Minggu. "Jadi, Festival Bulan Budaya ini event tahunan program rutin di mana itu dikhususkan untuk momen Hari Kebudayaan Nasional," ujar Andi Patiware saat dikonfirmasi, Senin (2/11).
Hari pertama festival mencatat partisipasi 400 pelajar dalam lomba tari tingkat SD dan SMP, masing-masing 200 peserta. Panggung juga diisi penampilan adat okkio bunting yang melibatkan 10 peserta.
Total sanggar seni yang terlibat mencapai 125 orang pada hari pertama. Grup musik pengisi acara melibatkan 10 orang pada hari yang sama.
Pada hari kedua, pementasan seni tradisional akkorong tigi melibatkan total 17 orang. Sanggar seni yang tampil tercatat 78 orang, sementara grup musik mengerahkan 16 personel.
Andi Patiware menilai ruang ekspresi yang disediakan pemerintah kota mendapat apresiasi dari para pelaku seni budaya. "Jadi mereka apresiasi karena sudah diberikan ruang, ruang berekspresi yang mereka anggap itu begitu besar dan begitu luas," katanya.
Sebanyak 38 pelaku UMKM konsisten dilibatkan dan diberi ruang pamer serta berniaga selama dua hari penuh di stan yang disediakan. Kehadiran puluhan stan ini menjadi magnet tersendiri bagi perputaran transaksi ekonomi di lokasi acara.
Selain UMKM, festival melibatkan pelaku industri kreatif melalui kegiatan wedding showcase. Dampak positif tercatat pada sektor pariwisata, seni budaya, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Rekapitulasi pengunjung di area festival mencatat total kunjungan dan partisipasi masyarakat menembus ribuan orang selama dua hari penyelenggaraan. Antusiasme publik dinilai tinggi sejak hari pertama.
Seniman dan budayawan lokal Dian Ekawati termasuk yang memberi apresiasi terhadap perhelatan ini. Festival dinilai mampu menghadirkan ruang ekspresi memadai sekaligus memberi dampak positif langsung bagi masyarakat.
Dinas Kebudayaan Kota Makassar berkomitmen mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar manfaat kebudayaan dirasakan berkelanjutan oleh masyarakat luas maupun pekerja seni.
"Ke depannya, pastinya sesuai dengan arahan pimpinan, ya bagaimana Festival Bulan Budaya ini bisa mempunyai dampak yang positif ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelaku seni budaya," pungkas Andi Patiware.