MAKASSAR — Keinginan segera tiba di tempat tujuan kerap membuat pengendara kehilangan kesabaran dan mengambil keputusan berisiko di jalan raya. Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) Wany Dewa menyoroti persoalan itu dan menilai tekanan waktu menjadi pemicu utama perilaku berkendara yang menyimpang.
Menurut Wany, kondisi terburu-buru menurunkan konsentrasi sekaligus kemampuan pengendara menahan diri. Aturan lalu lintas yang seharusnya dipatuhi pun berisiko diabaikan begitu saja.
Emosi yang Meningkat Ubah Perilaku di Jalan
Wany menjelaskan bahwa emosi berperan besar dalam mengubah cara seseorang berkendara. Ketika perasaan terburu-buru muncul, pengendara cenderung mengambil jalan pintas yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
"Karena emosi itu bisa mengubah perilaku berkendara kita. Kalau kita terburu-buru, emosi mulai meningkat, sehingga lampu merah diterobos, melawan arus, kemudian tidak menjaga jarak," kata Wany.
Dia menyebut tiga pelanggaran yang paling sering muncul akibat kondisi tersebut, yakni menerobos lampu merah, melawan arus, dan tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Ketiganya berkontribusi besar terhadap risiko kecelakaan di ruas jalan perkotaan.
Berangkat Lebih Awal Jadi Kunci
Untuk menghindari kondisi tersebut, Wany menyarankan pengendara mengatur waktu perjalanan dengan berangkat lebih awal. Cara itu memberi ruang cukup untuk menghadapi kemacetan, antrean di persimpangan, maupun kondisi jalan yang tidak terduga.
"Kalau kita mau berkendara, baik ke kantor maupun ke mana saja, sebaiknya berangkat lebih awal. Yang terpenting, kita tidak terburu-buru sampai tujuan," ujarnya.
Menurutnya, pengendara yang memiliki waktu cadangan lebih mampu menjaga jarak aman dan mematuhi rambu. Sebaliknya, perjalanan yang mepet waktu membuat pengendara cenderung menekan kecepatan dan mengambil risiko demi mengejar keterlambatan.
Pelanggaran Lalu Lintas Bukan Hal Sepele
Wany juga mengingatkan pengendara agar tidak menganggap pelanggaran lalu lintas sebagai sesuatu yang sepele, termasuk menerobos lampu merah. Kebiasaan kecil yang dibiarkan berulang bisa berujung pada kecelakaan fatal.
Pesan ini disampaikan Asmo Sulsel sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara yang rutin digelar di Sulawesi Selatan. Perusahaan distributor sepeda motor Honda di wilayah itu secara berkala menghadirkan instruktur untuk mengedukasi pengendara, mulai dari pelajar hingga pekerja harian.
Bagi pengendara di Makassar dan sekitarnya, imbauan ini relevan mengingat padatnya arus lalu lintas pada jam berangkat dan pulang kerja. Menyisihkan waktu ekstra sebelum berangkat disebut menjadi langkah paling sederhana untuk menekan risiko di jalan.