Pencarian

2 Nelayan Sikka Hilang Kontak Menuju Pulau Karumpa Selayar, Tim SAR Sisir Perairan Pulau Palue

Minggu, 20 September 2026 • 14:31:01 WIB
2 Nelayan Sikka Hilang Kontak Menuju Pulau Karumpa Selayar, Tim SAR Sisir Perairan Pulau Palue

MAUMERE — Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyatakan pihaknya menerima laporan hilangnya kedua nelayan pada Sabtu (19/9/2026) pukul 16.50 Wita. Laporan itu menjadi dasar dikerahkannya KN SAR Puntadewa 250 dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Kantor SAR Maumere bersama tim SAR gabungan.

Operasi pencarian memasuki hari kedua. Tim menyisir perairan yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban sebelum nomor telepon keduanya tidak lagi dapat dihubungi.

Komunikasi Terakhir Terjadi di Perairan Pulau Palue

Junaidi dan Jiar berlayar dari Pelabuhan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Sikka, menuju Pulau Karumpa. Perjalanan itu ditempuh dengan waktu tempuh yang diperkirakan sekitar delapan jam.

Keluarga masih sempat berbicara dengan kedua korban pada Jumat (18/9/2026) pukul 16.10 Wita. Dari komunikasi itu, posisi kapal diketahui berada di sekitar Perairan Pulau Palue.

"Dalam komunikasi terakhir, posisi kedua korban diketahui berada di sekitar Perairan Pulau Palue. Setelah komunikasi tersebut, nomor telepon kedua korban tidak dapat lagi dihubungi hingga saat ini," ujar Fathur Rahman dalam siaran pers, Minggu (20/9/2026).

Koordinasi dengan Nelayan Palue hingga Pulau Karumpa

Sebelum mengerahkan kapal, Kantor SAR Maumere lebih dulu menghubungi SROP Maumere dan kelompok nelayan di wilayah Palue serta pulau-pulau di Sikka. Jaringan yang sama juga dipakai untuk meminta informasi dari nelayan di Pulau Madu dan Pulau Karumpa, Kepulauan Selayar.

Upaya itu belum membuahkan hasil. Hingga laporan terakhir, keberadaan kedua korban masih belum diketahui.

Fathur menegaskan tim SAR gabungan akan terus bekerja pada hari kedua operasi. Ia berharap kedua nelayan ditemukan dalam keadaan selamat.

"Pada pelaksanaan Operasi SAR hari kedua ini, tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan kedua korban. Kami berharap kedua nelayan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," jelas Fathur.

Jalur Pelayaran Wuring–Karumpa yang Rawan

Rute dari Sikka menuju Kepulauan Selayar melewati sejumlah perairan terbuka, termasuk sekitar Pulau Palue. Nelayan kecil biasanya menempuh jalur ini dengan kapal motor kayu tanpa perangkat komunikasi cadangan.

Kedua korban merupakan warga Kampung Wuring, permukiman nelayan di pesisir utara Maumere. Jiar, 16 tahun, tercatat sebagai korban termuda dalam insiden ini.

Kantor SAR Maumere meminta nelayan yang melintas di sekitar Palue, Pulau Madu, dan Pulau Karumpa melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan kapal maupun kedua korban.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks