MAKASSAR — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman memerinci modus yang dimaksud Bahlil. Menurut Laode, sejumlah pihak mengisi BBM subsidi ke tangki yang sudah dimodifikasi melebihi kapasitas pabrikan.
"Ya dia ngisi, tapi tangkinya diperbesar. Contohnya tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50 persen. X plus 75 persen," ujar Laode di tempat yang sama.
Bahlil menegaskan alat bukti soal praktik tersebut sudah cukup banyak di lapangan. Ia menyebut antrean yang mengular hingga beberapa kilometer di Sulsel tidak semata soal pasokan.
Stok Nasional Aman, tapi Antrean Tetap Terjadi
Cadangan stok BBM nasional berada dalam batas aman. Pemerintah menyatakan stok mampu mencukupi kebutuhan hingga 18 sampai 20 hari ke depan.
"Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin, itu memang terjadi antrean panjang karena banyak faktor," ujar Bahlil.
Ia menyebut salah satu faktornya adalah pihak-pihak yang antre di pompa bensin dengan maksud lain. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
25 SPBU Makassar Buka 24 Jam, Antrean Mulai Melandai
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan antrean di sejumlah SPBU Makassar secara bertahap mulai melandai. Pembukaan 25 SPBU selama 24 jam menjadi salah satu langkah utama.
"Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat," ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).
Armada mobil tangki juga dioperasikan nonstop untuk memperkuat pasokan. Pertamina bersama Pemprov Sulsel menerapkan sistem ganjil-genap pengisian BBM di sejumlah SPBU guna memecah kepadatan kendaraan.
Tambahan Nozzle hingga Tiga SPBU Modular
Dari sisi pelayanan, Pertamina menambah nozzle BBM subsidi beserta operator di sejumlah SPBU. Perusahaan juga mengoperasikan tiga unit SPBU Modular sebagai titik distribusi baru.
Kitty menyatakan seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan dan pelayanan BBM tetap berjalan optimal. Warga Makassar dan sekitarnya diminta memanfaatkan perluasan jam operasional SPBU yang telah dibuka 24 jam.
Kementerian ESDM belum merinci berapa oknum yang sudah teridentifikasi dari praktik modifikasi tangki. Penindakan lanjutan disebut akan mengacu pada alat bukti yang sudah dikantongi tim pengawas di lapangan.