SULAWESI SELATAN — Peringatan tersebut muncul ketika rata-rata tiga model kendaraan listrik baru diluncurkan setiap hari di China sepanjang 2026. Menurut Zeng, ritme peluncuran secepat itu membuat produsen memangkas tahap validasi komponen, termasuk baterai.
Zeng tidak menyebut merek kendaraan maupun pemasok baterai tertentu yang mengalami masalah tersebut. Ia hanya menyatakan sejumlah produk baterai dilaporkan gagal pada tingkat batch produksi.
Harga Sel LFP di Bawah USD0,049 per Wh
Tekanan kualitas ini datang bersamaan dengan perang harga yang belum mereda. Data industri yang dikutip Carnewschina menunjukkan harga transaksi sejumlah mobil listrik massal di China turun pada paruh pertama 2026.
Harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) dilaporkan berada di bawah 0,35 yuan per Wh, setara sekitar USD0,049 per Wh. Tekanan biaya itu dirasakan produsen mobil maupun pemasok baterai.
Meski terjadi bersamaan, laporan tersebut menegaskan penurunan harga kendaraan dan sel baterai tidak serta-merta membuktikan hubungan sebab-akibat dengan kegagalan baterai.
Gugatan Geely dan Kontroversi "Banana Battery"
China sudah beberapa kali mencatat kasus kualitas baterai. Pada Desember 2025, Viridi E-Mobility Technology, anak usaha Geely, menggugat produsen baterai Sunwoda atas dugaan cacat sel yang dipasok periode Juni 2021 hingga Desember 2023.
Nilai tuntutan mencapai 2,31 miliar yuan atau sekitar USD323 juta. Sengketa itu berakhir damai dengan Sunwoda sepakat membayar 608 juta yuan atau sekitar USD89 juta setelah memperhitungkan pembayaran sebelumnya.
Kasus lain melibatkan sel CALB yang dipakai pada sekitar 213.000 kendaraan GAC Aion. Keluhan yang muncul mencakup baterai menggembung dan kehilangan daya, dikenal sebagai kontroversi "banana battery" karena sejumlah sel dilaporkan melengkung. CALB kemudian mengumumkan pembenahan kualitas dan langkah pemeriksaan.
Standar Cacat 1 PPB, Seribu Kali Lebih Ketat dari PPM
Zeng menyoroti keterbatasan standar defect rate berbasis parts per million (PPM) untuk produksi baterai skala besar. Baterai traksi tersusun dari banyak sel yang dihubungkan seri dan paralel.
Dalam konsep barrel effect, performa satu battery pack ditentukan oleh sel dengan kapasitas terendah atau impedansi tertinggi saat tersusun seri. Tingkat cacat 1 PPM berarti dari satu miliar sel bisa ada hingga 1.000 sel cacat dalam aliran produksi.
CATL menyatakan kepada UDN menetapkan target produksi tidak lebih dari satu cacat per satu miliar sel, atau 1 PPB. Angka itu seribu kali lebih rendah dibanding 1 PPM. Perlu dicatat, 1 PPB adalah target internal engineering dan pengendalian produksi CATL, bukan tingkat kegagalan kendaraan yang diaudit independen.
Tim Opponent Group Punya Hak Veto
CATL memiliki tim internal bernama Opponent Group atau Duikangzu yang beroperasi sejak perusahaan berdiri. Tim ini berisi personel dari bidang elektrokimia, teknik mesin, dan kecerdasan buatan.
Tugasnya mencari potensi kegagalan yang belum teridentifikasi dan menguji sistem baterai lewat skenario tekanan ekstrem. Zeng menyatakan tim ini memegang kewenangan veto tunggal terhadap tahapan tertentu dalam proyek baterai dan keputusan pengiriman. CATL tidak mengungkap struktur pelaporan organisasi tim tersebut.
China Kuasai 70 Persen Pemasangan Baterai Global
Peringatan soal kualitas ini perlu dilihat dari skala industrinya. Produsen baterai China menyumbang lebih dari 70 persen volume pemasangan baterai kendaraan listrik global.
SNE Research mencatat pemasangan baterai kendaraan listrik global mencapai 608 GWh pada paruh pertama 2026. Tujuh dari 10 produsen baterai terbesar dalam daftar tersebut berasal dari China.