Pencarian

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.662, Pasar Sambut Positif Pergantian Menkeu

Selasa, 15 September 2026 • 09:37:01 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.662, Pasar Sambut Positif Pergantian Menkeu
Rupiah dibuka menguat ke Rp 17.662 per dolar AS pada awal sesi perdagangan.

SULAWESI SELATAN — Data Bloomberg menunjukkan rupiah sempat menyentuh Rp 17.662 per dolar AS di awal sesi, sebelum bergerak ke Rp 17.668 pada pukul 09.10 WIB atau turun tipis 0,01%. Pada perdagangan Senin (14/9), mata uang Garuda ditutup melemah 58 poin ke Rp 17.669 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di Rp 17.611.

Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya di Kursi Menkeu

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9). Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan kini mengisi posisi yang ditinggalkan Purbaya Yudhi Sadewa.

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai pergantian ini menjadi sentimen positif jangka pendek bagi pasar valas. Menurutnya, rekam jejak Suahasil di lingkungan Kemenkeu memberi rasa nyaman bagi pelaku pasar.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar," kata Lukman.

Tiga Faktor yang Menahan Penguatan Rupiah

Kendati dibuka menguat, Lukman mengingatkan ruang apresiasi rupiah masih sempit. Ada sejumlah faktor yang membatasi pergerakan mata uang Garuda hari ini:

  • Harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di level tinggi, menekan neraca perdagangan Indonesia
  • Investor cenderung wait and see menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (16/9)
  • Ketidakpastian arah suku bunga The Fed membuat pelaku pasar menahan posisi dolar AS

"Sikap wait-and-see investor menjelang keputusan FOMC pada Rabu," ujar Lukman.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan memperhitungkan sentimen pergantian menkeu dan agenda FOMC, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan Selasa.

Bagi pelaku usaha yang memiliki kewajiban valas jangka pendek, level saat ini masih relatif stabil dibandingkan volatilitas pekan lalu. Sementara investor portofolio perlu mencermati hasil FOMC sebelum mengambil posisi lebih agresif di aset berdenominasi rupiah.

Investasi mengandung risiko.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks