Pencarian

Bupati Gowa Tanggapi Jemaah Haji Berpakaian Nyentrik: Itu Bentuk Kebanggaan, Bukan Sekadar Gaya

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:54:23 WIB
Bupati Gowa Tanggapi Jemaah Haji Berpakaian Nyentrik: Itu Bentuk Kebanggaan, Bukan Sekadar Gaya
Bupati Gowa menilai pakaian nyentrik jemaah haji sebagai ekspresi kebanggaan dan kegembiraan.

GOWA — Gelombang kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Gowa tahun ini tak hanya membawa cerita spiritual, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Penampilan para jemaah yang mengenakan pakaian penuh payet, aksesori mencolok, dan warna-warna terang menuai reaksi beragam. Namun, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang justru melihatnya dari sisi lain: sebagai simbol kebahagiaan yang patut dihargai.

Bukan Sekadar Busana, Tapi Ekspresi Syukur

Menurut Bupati yang akrab disapa Cicci, momen pulang haji adalah puncak dari perjuangan panjang yang dijalani jemaah. "Itu bentuk kebanggaan dan kegembiraan mereka sudah melaksanakan ibadah haji. Setelah ini mereka pulang ketemu dengan keluarga dan itu suatu kebanggaan tersendiri buat mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, pengenaan pakaian gemerlap sejatinya sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat dalam merayakan momen istimewa. "Kita hargai karena mereka sudah menjalankan ibadah dan Alhamdulillah, semoga mabrur," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Modal Rp 8 Juta untuk Tampil Mewah

Salah satu jemaah, Suryani, mengaku penampilannya sudah direncanakan sejak sebelum berangkat. "Dipakai waktu di pesawat. Pakaiannya ada dibawa dari sini dan juga ada yang dibeli di Mekkah," katanya. Ia menghabiskan dana pribadi sekitar Rp 8 juta untuk busana yang dikenakannya saat tiba di tanah air.

Meski tampil mencolok, Suryani menegaskan bahwa ibadah haji yang dijalaninya penuh perjuangan. "Ya, haji betul, perjuangan betul-betul itu. Alhamdulillah, tapi semuanya dilancarkan," ucapnya. Ia berharap pengalaman spiritual ini bisa menjadi inspirasi bagi anak dan keluarganya untuk menyusul berangkat haji.

Fenomena Tahunan yang Kembali Menyita Perhatian

Fenomena jemaah haji berpakaian nyentrik sebenarnya bukan hal baru. Setiap musim kepulangan, momen di Asrama Haji Sudiang selalu diwarnai gaya busana unik para jemaah—dari gaun berkilau hingga aksesori kepala yang mencolok. Bagi sebagian masyarakat, ini adalah tradisi yang memperkuat identitas budaya Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi kebanggaan saat menyambut tamu atau merayakan keberhasilan.

Namun, di era media sosial, setiap penampilan kini mudah menjadi viral dan menuai pro-kontra. Sebagian warganet menganggapnya berlebihan dan tidak sesuai dengan kesederhanaan nilai ibadah. Di sisi lain, banyak juga yang membela bahwa ini adalah ekspresi budaya yang sah dan tidak perlu dihakimi.

Bagaimana Pemerintah Daerah Menyikapi Kritik?

Bupati Cicci memilih untuk tidak terjebak dalam perdebatan. Ia justru mengajak masyarakat untuk saling menghargai perbedaan ekspresi kegembiraan. "Kita hargai karena mereka sudah menjalankan ibadah," tegasnya. Sikap ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah lebih memilih pendekatan kultural daripada normatif dalam menyikapi tradisi lokal yang melekat pada ritual keagamaan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Penampilan Jemaah Haji

Apakah pakaian nyentrik jemaah haji melanggar aturan?
Tidak ada aturan resmi dari Kementerian Agama yang melarang jemaah berpakaian gemerlap saat tiba di tanah air. Aturan berpakaian hanya berlaku selama prosesi ibadah di Tanah Suci, yakni menggunakan ihram. Setelah selesai, jemaah bebas berpakaian sesuai budaya dan selera masing-masing.

Mengapa fenomena ini selalu menjadi sorotan setiap tahun?
Kombinasi antara momen emosional kepulangan haji, budaya lokal yang kaya akan ornamen, serta viralitas media sosial membuat momen ini terus menarik perhatian publik. Perbedaan pandangan antara nilai spiritual yang sakral dan ekspresi budaya yang meriah menciptakan diskusi yang tak pernah usai.

Bagikan
Sumber: merdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks