Pencarian

Suwardi Thahir Pimpin PWI Sulsel 2026-2031 Secara Aklamasi, Amrullah Basri Mundur dari Pencalonan

Selasa, 02 Juni 2026 • 19:19:01 WIB
Suwardi Thahir Pimpin PWI Sulsel 2026-2031 Secara Aklamasi, Amrullah Basri Mundur dari Pencalonan
Suwardi Thahir resmi memimpin PWI Sulsel periode 2026-2031 secara aklamasi.

MAKASSAR — Suwardi Thahir akan menakhodai PWI Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan setelah penetapan aklamasi dalam konferensi organisasi. Amrullah Basri, yang sebelumnya juga maju sebagai calon, memutuskan mundur dan memberikan jalan bagi Suwardi untuk memimpin tanpa melalui mekanisme voting.

Mengapa Amrullah Basri Memilih Mundur?

Keputusan Amrullah Basri untuk mengundurkan diri disebut sebagai langkah untuk menjaga soliditas internal organisasi. Dalam forum tertutup, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap Suwardi Thahir dan berkomitmen membantu program-program organisasi ke depan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk kedewasaan berdemokrasi di kalangan wartawan Sulsel.

Visi Suwardi: PWI yang Inklusif, Bukan Eksklusif

Usai ditetapkan, Suwardi Thahir langsung memaparkan visinya. Ia ingin mengubah wajah PWI Sulsel menjadi organisasi yang lebih terbuka bagi semua anggotanya.

“Saya termotivasi menjadi Ketua PWI Sulsel karena ingin organisasi ini inklusif, bukan eksklusif. Semua anggota harus merasa memiliki PWI Sulsel,” tegas Suwardi dalam pernyataannya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kembali rasa kepemilikan anggota terhadap organisasi. Menurutnya, selama ini masih ada jarak antara pengurus dan anggota di daerah.

Rekam Jejak Suwardi di Dunia Pers

Suwardi Thahir bukan nama baru di dunia jurnalistik Sulsel. Ia dikenal sebagai penguji kompetensi wartawan dan aktif dalam berbagai pelatihan peningkatan profesionalisme. Pengalamannya dianggap mumpuni untuk memimpin PWI di tengah disrupsi digital yang mengubah wajah industri media.

Anggota PWI Sulsel menaruh harapan besar pada kepemimpinannya. Mereka ingin organisasi ini lebih adaptif terhadap perubahan teknologi informasi tanpa meninggalkan kode etik jurnalistik.

Tantangan yang Menanti: Disrupsi Digital dan Berita Hoaks

Era kepemimpinan Suwardi akan dihadapkan pada persoalan klasik namun kian kompleks: maraknya informasi tidak terverifikasi dan menurunnya kepercayaan publik terhadap media. PWI dituntut tidak hanya menjadi pengawal kode etik, tetapi juga garda terdepan literasi digital bagi masyarakat.

Program strategis Suwardi diprediksi akan menyasar penguatan SDM wartawan di daerah-daerah. Dengan jaringan yang luas, ia diharapkan mampu menjembatani kebutuhan wartawan di pelosok Sulsel dengan perkembangan industri media nasional.

Bagikan
Sumber: bugispos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks