Pencarian

Suwardi Thahir Terpilih Ketua PWI Sulawesi Selatan Periode 2026-2031, Ini Tugas Berat yang Menanti

Selasa, 02 Juni 2026 • 18:28:30 WIB
Suwardi Thahir Terpilih Ketua PWI Sulawesi Selatan Periode 2026-2031, Ini Tugas Berat yang Menanti
Suwardi Thahir resmi terpilih sebagai Ketua PWI Sulawesi Selatan periode 2026-2031.

MAKASSAR — Organisasi wartawan tertua di Indonesia, PWI, kini memiliki nahkoda baru di Sulawesi Selatan. Suwardi Thahir resmi memimpin PWI Sulsel setelah terpilih dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) yang berlangsung di Makassar. Ia akan menjabat untuk periode 2026-2031, menggantikan kepengurusan sebelumnya.

Mengapa Masa Kepemimpinan Ini Krusial?

PWI Sulsel bukan sekadar organisasi profesi. Di tengah gempuran media sosial dan maraknya konten tanpa verifikasi, PWI menjadi garda depan dalam menjaga kredibilitas jurnalistik. Tugas Suwardi ke depan tidak ringan: memperbarui sertifikasi kompetensi wartawan dan memastikan anggota PWI tak kalah bersaing dengan kreator konten digital.

Di Sulawesi Selatan sendiri, jumlah wartawan terverifikasi masih timpang dengan jumlah pelaku komunikasi publik yang mengaku wartawan. Ini masalah klasik yang kerap memicu gesekan di lapangan, terutama saat peliputan kebencanaan atau politik lokal.

Warisan yang Harus Dilanjutkan

Kepengurusan sebelumnya meninggalkan sejumlah program kerja, termasuk penguatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan advokasi bagi anggota yang menghadapi kriminalisasi. Suwardi menegaskan akan melanjutkan program tersebut dengan penekanan pada adaptasi teknologi. "Wartawan hari ini tidak cukup hanya bisa menulis. Mereka harus paham data, multimedia, dan etika di ruang digital," ujarnya dalam sambutan usai terpilih.

PWI Sulsel juga dihadapkan pada kebutuhan regenerasi. Banyak wartawan senior yang mulai pensiun, sementara wartawan muda kerap terjebak pada tekanan kecepatan berita dibanding akurasi. Suwardi disebut akan mendorong program magang dan pelatihan berbasis praktik langsung di media lokal.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah?

Salah satu pekerjaan rumah besar adalah hubungan dengan pemerintah daerah. Di banyak daerah, hubungan wartawan dan pemda sering diwarnai ketegangan, terutama saat peliputan kebijakan yang kontroversial. Suwardi diharapkan bisa menjaga independensi organisasi tanpa harus berseberangan secara konfrontatif dengan eksekutif dan legislatif di Sulsel.

Ia juga akan mewarisi nota kesepahaman dengan sejumlah pemkab terkait program jurnalistik kebencanaan dan literasi media. Program ini dinilai strategis mengingat Sulawesi Selatan rawan banjir dan longsor, sehingga informasi yang akurat dan cepat menjadi kebutuhan publik.

Apa Target Suwardi dalam Lima Tahun ke Depan?

Dalam pernyataan singkatnya, Suwardi menyebut target utama adalah meningkatkan jumlah anggota yang tersertifikasi kompeten. Saat ini, dari total anggota PWI Sulsel yang terdaftar, baru sekitar setengahnya yang mengantongi sertifikat UKW. Ia juga berencana membuka kelas jurnalistik investigasi gratis bagi anggota muda.

Di luar itu, Suwardi ingin PWI Sulsel lebih vokal dalam isu-isu kesejahteraan wartawan, termasuk mendorong perusahaan media memberikan upah layak dan jaminan sosial. "Wartawan yang sejahtera akan menghasilkan karya yang berkualitas," katanya.

FAQ: Dua Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah PWI masih relevan di era media sosial?
PWI tetap relevan selama organisasi ini mampu beradaptasi. Fungsi utama PWI sebagai pengawas etika dan pemberi sertifikasi kompetensi justru semakin dibutuhkan untuk membedakan wartawan profesional dengan penyebar informasi abal-abal.

Bagaimana cara wartawan muda bergabung dengan PWI Sulsel?
Calon anggota harus lulus uji kompetensi dasar dan bekerja di media terverifikasi. Informasi pendaftaran bisa diakses melalui sekretariat PWI Sulsel di Makassar.

Bagikan
Sumber: mediakompeten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks