GOWA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa RSUD Syekh Yusuf tidak akan tutup dan tetap melayani pasien pascakebakaran yang menghanguskan dua ruangan vital. Meskipun sempat terjadi kepanikan saat evakuasi, pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) tetap berjalan seperti biasa.
"Kita belum tahu, masih simpang siur (penyebab kebakaran) untuk sementara ini dikatakan arus pendek, tapi itu belum final. Nanti kita lihat hasil dari investigasinya dari aparat kepolisian," kata Bupati Sitti di Gowa, Senin.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA, usai salat Jumat. Api berhasil dipadamkan dalam waktu 30 menit oleh tim pemadam kebakaran. Sejumlah pasien dievakuasi keluar rumah sakit beserta ranjangnya saat insiden berlangsung.
Isu Radiasi Dibantah, Kerugian Masih Dihitung
Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf, dr Gaffar, membantah kabar yang menyebutkan terjadi kebocoran radiasi berbahaya dari ruang radiologi yang terbakar. Ia menjelaskan bahwa alat di ruangan tersebut bersifat radio diagnostik, bukan radio terapi, sehingga tidak menggunakan bahan radioaktif berisiko tinggi.
"Untuk radiasi sendiri tidak ada, karena ini bukan radio terapi, tapi radio diagnostik jadi kita tidak gunakan. Tim Inafis dan Gegana sudah mematikan potensi dan ambang batas tidak ditemukan (radiasi kimia)," ujar dr Gaffar.
Pihak manajemen rumah sakit saat ini tengah menginventarisasi kerugian akibat kebakaran. Hasil perhitungan akan dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan rehabilitasi atau pemulihan lanjutan pada bangunan terdampak.
Standar Prosedur Kebakaran Berhasil Selamatkan Ruangan Lain
Menurut dr Gaffar, standar operasi prosedur (SOP) penanganan kebakaran telah dijalankan dengan baik. Alat Pemadam Kebakaran (Apar) digunakan untuk menghalau api agar tidak meluas ke ruangan lain.
"Itu sudah dipakai untuk menghalau, dan buktinya ada ruangan yang bisa kita selamatkan. Radiologi hampir separuh, tidak terbakar semua. Ruang gizi juga kita selamatkan dengan mekanisme SOP yang dipunyai terkait dengan pemadam kebakaran," katanya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Kapolsek Somba Opu Kompol Hambali menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, hasil resmi dari penyelidikan tim Inafis masih menunggu.
"Jadi, olah TKP ini untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Tetapi, dari informasi dan dugaan awal, pemicu kebakaran diduga korsleting listrik, namun hasil resminya belum keluar," papar Kompol Hambali.
Bagaimana Nasib Pasien yang Membutuhkan Radiologi?
Pemulihan ruang radiologi menjadi prioritas karena fungsinya yang krusial dalam penunjang