MAKASSAR — Penanaman 100 bibit tabebuya dilakukan secara bergotong royong di sepanjang akses jalan masuk menuju TPA Tamangapa. Selain Wali Kota dan Kapolda, kegiatan itu dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, serta jajaran pejabat utama Polda Sulsel.
Kawasan TPA Tamangapa selama ini menjadi pusat pengelolaan sampah Kota Makassar. Penambahan tutupan vegetasi di area tersebut diharapkan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitarnya.
Munafri menyebut pemilihan pohon tabebuya mempertimbangkan manfaatnya bagi penghijauan dan kualitas udara. Menurutnya, jenis pohon itu mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
"Tabebuya ini bagus, dapat membantu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen," ujar Munafri.
Wali Kota berharap seluruh bibit yang ditanam tumbuh dengan baik. Targetnya, kawasan TPA Tamangapa menjadi lebih hijau, asri, dan teduh.
Penanaman 100 tabebuya melanjutkan kegiatan serupa yang digelar Pemkot Makassar bersama Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. Pada Senin (5/10/2026), sebanyak 285 bibit pohon dari berbagai jenis ditanam di kawasan TPA Tamangapa.
Penghijauan itu berjalan setelah TPA Tamangapa dibenahi dari sistem pembuangan terbuka atau open dumping menuju sanitary landfill. Perubahan sistem pengelolaan sampah tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Makassar untuk memulihkan kondisi lingkungan di sekitar kawasan.
Dalam kegiatan yang sama, Munafri bersama jajaran Polda Sulsel menyerahkan bantuan paket sembako kepada para petugas TPA Tamangapa. Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada petugas yang setiap hari menjaga kebersihan serta mendukung pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Pemkot Makassar menyebut penghijauan ini bagian dari upaya jangka panjang. Kawasan TPA Tamangapa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemrosesan akhir sampah, tetapi juga berkembang menjadi kawasan hijau dan ramah lingkungan.